Axis Gagal Migrasikan 1.935 BTS 3G

Jakarta - Upaya Axis Telekom Indonesia untuk memigrasikan 1.935 BTS 3G miliknya di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kegagalan setelah menerima 2.500 keluhan yang masuk ke kontak layanan pelanggan.

Operator seluler ini terpaksa kembali menggunakan blok 2 dan 3 setelah sempat pindah ke blok 11 dan 12 di spektrum 2,1 GHz. Alasannya, sinyal Axis di kedua blok yang baru masih terganggu (interferensi) sinyal PCS 1900 Smart Telecom.


"Sejak kami migrasikan akhir pekan lalu, ada 2.500 keluhan atau 1,5 keluhan per menit yang masuk. Karena interferensi masih tinggi, 58% BTS terpaksa kami roll back lagi ke blok yang lama," jelas Deden Mahdi, GM Technology Strategy Axis, tadi malam di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (24/7/2013).


Tercatat, 1.935 BTS yang mengalami gangguan saat dilakukan migrasi terdapat di wilayah Jabodetabek dan Banten (843 BTS), Jawa Barat (342 BTS), Jawa Timur (413 BTS), Jawa Tengah dan Yogyakarta (252 BTS), Bali dan Nusa Tenggara Barat (85 BTS).


Sedangkan BTS yang sudah komplet dipindahkan total ada 158 BTS di wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur. Untuk di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Riau, total ada 313 BTS yang dinyatakan tak ada masalah saat pre-migrasi.


"Tapi di tiga wilayah terakhir itu belum secara resmi dideklarasikan, hanya saja sudah masuk tahap post migration," katanya lagi. Axis sendiri melayani 17 juta pelanggan dengan total BTS 3G sebanyak 3.803 Node B.


(rou/rou)