Wifi di Pesawat Garuda Mulai Komersil Agustus

Jakarta - Garuda Indonesia akan mulai mengkomersilkan akses internet nirkabel menggunakan Wifi di pesawatnya Agustus mendatang setelah sukses menguji coba layanan tersebut dalam rute penerbangan Jakarta-Jeddah.

"Kita sudah uji coba secara komersial layanan Wifi untuk penumpang terbaru rute Jakarta–Jeddah. Rencananya akan dikomersialkan pada Agustus nanti untuk seluruh kelas penumpang," kata Dirut Garuda Emirsyah Satar usai peluncuran kartu Frequent Flyer edisi khusus Liverpool di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (19/7/2013).


Lebih lanjut Emir mengatakan, Garuda tengah terlibat negosiasi dengan Telkom untuk masalah harga layanan akses internet di pesawat tipe B777-300 ER dan A330-200.


Hal yang dinegosiasikan dengan Telkom adalah model bisnis yang ditawarkan ke pelanggan yakni harga layanan masuk ke tiket atau menjual voucher khusus akses WiFi di pesawat.


"Soal itu sedang dibahas. Kalau voucher pembuatannya kita serahkan ke Telkom," katanya.


Garuda sendiri kabarnya menyiapkan investasi sekitar USD 17,5 juta untuk membeli perangkat teknologi telekomunikasi di pesawat. Alatnya sendiri diperkirakan seharga USD 250 ribu.


Tinggal Colok Wifi


Garuda sendiri menggelar uji coba komersial layanan akses internet melalui Wifi di armada Boeing 777-300 ER untuk rute Jakarta–Jeddah sejak 9 Juli 2013 lalu setelah melakukan uji perangkat dan uji laik operasi (ULO) bersama Kementerian Kominfo 6 Juli atau tiga hari sebelumnya.


Direktur Pemasaran Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan uji coba waktu itu digelar bagi penumpang di kelas utama (First Class) dan gratis.


"Kita berikan untuk penumpang First Class agar mendapatkan pengalaman dari inflight connection Garuda,” katanya.


Sebelumnya, tim Kominfo telah melakukan pengecekan terhadap fisik perangkat, pengukuran sinyal terhadap access point dan BTS pico seluler-nya di GSM 1800 dimana seluruh perangkat yang diuji telah berfungsi dengan baik.


Layanan berbasis wifi yang boleh digunakan antara lain adalah untuk browsing internet, social network, email dan instant messaging.


Garuda sendiri nantinya dalam penyelenggaraan layanan ini diposisikan sebagai pengguna karena tidak menyediakan jasa. Pasalnya, infrastruktur menggunakan milik TelkomGroup. Namun, Garuda tetap akan bertanggungjawab sebagai administrasi jika ada keluhan pengguna.


Sekadar catatan, Garuda memesan 10 unit armada Boeing 777-300ER ini untuk penerbangan jarak jauh non stop.Tahun ini akan datang 4 unit, tahun depan 3 unit, dan 2015 ada 3 unit.


Armada Boeing 777-300 ER memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang dengan konfigurasi 8 kursi untuk first class, 38 kursi untuk business class dan 268 kursi untuk economy class.


Usai 19 Agustus pesawat ini akan melayani rute Tokyo pada 19 September nanti, setelah itu pada 15 november akan melayani rute Sydney-Jakarta-London.


Sebelumnya, Direktur Layanan Garuda Indonesia Faik Fahmi mengatakan layanan akses WiFi akan diutamakan bagi penumpang di kelas utama, sementara bagi penumpang yang duduk di kelas ekonomi dipastikan membayar akses internet.


Terkait rencana untuk menggelar Wifi di seluruh pesawat Garuda, baik Emirsyah maupun Faik mengatakan, ULO untuk di pesawat cukup dilakukan sekali saja. Padahal, dalam aturan Kominfo, setiap pesawat harus melakukan ULO karena perangkatnya berbeda.


"Pengertiannya Kominfo saja yang salah, seharusnya cukup satu saja karena Wifi-nya tetap sama dan dari operator yang sama," kata Emirsyah.


Sementara Faik menambahkan, tak ada kendala untuk instalasi Wifi di seluruh pesawatnya. "Tinggal colok saja," katanya.


Garuda yang dalam kesempatan itu membawa tim rombongan klub sepakbola Liverpool asal Inggris sayangnya belum menyediakan akses Wifi di pesawatnya.


"Untuk pesawat yang bawa Liverpool belum kami pasang, baru rute Jakarta-Jeddah saja. Mungkin nanti setelah kita membuka rute Jakarta-London," tandas Emirsyah.


(rou/rns)