Nasib Smartfren di 1.900 MHz Menanti Putusan Kominfo

Jakarta - Nasib Smartfren di frekuensi 1.900 MHz akan segera diputuskan Kementerian Kominfo. Operator seluler CDMA itu dalam waktu dekat harus siap-siap pindah agar tender 3G di 2,1 GHz bisa segera digelar.

“Tahun ini harus ada keputusan soal Smart Telecom. Kita harapkan dalam dua bulan ini sudah bisa ada keputusan. Soalnya di kuartal keempat itu kita akan gelar tender blok 3G yang ditarik dari XL dan Axis,” kata Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Komunikasi Muhammad Budi Setiawan di sela Indonesia Cellular Show 2014 di Jakarta.


Menurutnya, Smart rencananya akan dipindahkan ke frekeunsi 2,3 GHz agar blok 3G yang akan dilelang pemerintah bersih dari interferensi sinyal CDMA milik Smart Telecom.


“Nanti akan dikeluarkan Keputusan Menteri (KM) soal Smart Telecom ini. Mereka akan tetap memiliki lisensi seluler nasional dan kepemilikan frekuensinya kita berikan ideal agar bisa kompetitif. Sepertinya di bawah 30 Mhz nanti,” jelasnya.


Menurutnya, pindahnya Smart Telecom ke 2,3 GHz tak akan menganggu pemain eksisting di frekuensi itu karena para pemain Broadband Wireless Access (BWA) sudah lebih dulu menempati dan menggelar teknologi netral.


“Smart Telecom itu nanti ada masa transisi dua tahun, jadi secara waktu pemain lama bisa berbuat banyak,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur & CTO Smartfren Merza Fachys mengaku tak bisa berbuat banyak jika memang akan dikeluarkan keputusan menteri terkait nasib Smart Telecom di 1.900 Mhz. Next


(rou/ash)