Indonesia Mau Bangun Kota Pintar? Ini Syaratnya!

Smart city alias kota pintar bisa saja diwujudkan di Indonesia. Namun menurut Guru Besar STEI Institut Teknologi Bandung, Suhono Harso Supangkat, ada syaratnya. Salah satunya, Indonesia butuh akses broadband yang stabil dan luas.

"Teknologi broadband adalah salah satu yang dibutuhkan untuk mewujudkan smart city dari sisi infrastruktur selain transportasi umum, air, energi, lingkungan hidup. Faktor lainnya adalah kepemimpinan, komitmen dan peran serta swasta, masyarakat, dan universitas," paparnya di Jakarta, Rabu (4/12/2013).


Melihat kondisi Indonesia saat ini, Suhono pun merasa tergerak. Bersama Gilarsi Wahju Setijono, Chaiman Shafira Corporation, dan Sakti Wahyu Trenggono, CEO TRG Investama, mereka kemudian berinisiatif membentuk Smart Transformation Group (STG).


STG akan melakukan assessment terhadap kesiapan masing-masing kota dengan menggunakan City Maturity Index dalam menuju posisi yang dapat diakui sebagai kota yang cerdas alias smart city.


Hasil assessment ini kemudian akan dijadikan sebagai City Ranking yang mana semua kota akan dapat saling belajar (benchmarking) terhadap kota-kota lain yang pada City Ranking memiliki tingkat kematangan (maturity) yang lebih tinggi.


Seperti apa konsepnya? Simak penjelasan Suhono lebih lanjut.


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!