Dituding Mata-mata, Huawei Hengkang dari AS

Jakarta - Huawei sudah kapok menghadapi Amerika Serikat (AS). Dituding sebagai mata-mata, perusahaan asal China ini memilih untuk hengkang dari pasar negeri Paman Sam tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis asal Prancis, CEO Huawei Ren Zhengfei mengaku muak dengan perlakuan AS. Selama bertahun-tahun, Huawei dilabeli AS sebagai proxy alias wakil militer dan intelejen China. Ren mengatakan tak akan lagi berusaha membuka kesempatan bisnis di AS.


"Jika Huawei berada di tengah-tengah hubungan China dengan AS, dan bermasalah, itu tidak sepadan bagi kami. Itu sebabnya kami memutuskan keluar dari pasar AS," tegas Ren seperti dikutip detikINET dari Foreign Policy, Jumat (6/12/2013).


Namun tidak dijelaskan lebih rinci oleh Ren maksud pernyataan 'keluar' dari pasar AS. Yang jelas, bagi Huawei, AS adalah pasar yang dapat dengan mudah menimbulkan perseteruan sewaktu-waktu.


Bulan lalu, Huawei mengumumkan ekspansinya ke Eropa. Tidak main-main, demi menyasar pasar telekomunikasi Eropa, Huawei membuka lowongan besar-besaran di sana. Setidaknya, Huawei akan merekrut sekitar 5.500 karyawan di Benua Biru.


Alasan berpaling ke Eropa juga dilatarbelakangi oleh sikap AS terhadap Huawei. Perusahaan telekomunikasi ini harus pasrah dikekang keterbatasan akses pasar dan penjualan di sana.


Seperti diketahui, Huawei dan 'saudara sekampung' ZTE baru-baru ini harus menghadapi 'pengulikan' lebih dalam dari pihak berwajib AS.


Hubungan yang mengalami pasang surut di antara AS dan China, turut berimbas pada akses bisnis perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut ke AS. Huawei dan ZTE misalnya, dicurigai bisa mengancam keamanan nasional AS.


(rns/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!