Secercah Asa di Tengah Sesaknya Bisnis Selular Indonesia

http://us.images.detik.com/content/2013/12/20/328/ajsdalem.jpgDirut Telkomsel Alex J. Sinaga (Ist.)


Jakarta - Pasar telekomunikasi Indonesia kerap kali disebut sudah jenuh. Operator yang bermain terlalu banyak dan kompetisi yang terjadi pun jadi begitu sengit. Meski demikian, bukan berarti tak ada ruang untuk berkembang. Peluang itu tetap ada!

Menurut Direktur Telkomsel Alex J. Sinaga, sekalipun penterasi selular sudah mencapai hampir 100%, pasar di industri telekomunikasi khususnya selular sejatinya masih mempunyai ruang untuk berkembang.


Di tahun 2014, Industri operator selular diprediksi mampu tumbuh 7%-8%. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan adalah rencana operator yang terus meningkatkan layanan data dengan menggelontorkan dana triliunan untuk memperkuat jaringan infrastrukturnya.


"Saat ini penetrasi internet di Tanah Air baru mencapai 25% dari total penduduk. Masih ada ruang pertumbuhan yang menjanjikan untuk selular, baik secara demografis, geografis, dan layanan selular baru seperti digital," ungkap Alex, dalam keterangannya, Jumat (20/12/2013).


Ia melanjutkan, ada tiga faktor sejatinya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi pasar dan pada akhirnya dapat mendongkrak kinerja operator. Yakni komitmen pembangunan infrastruktur, inovasi layanan, dan keahlian sumber daya manusia (SDM). "Telkomsel selalu mengutamakan tiga faktor ini," kata Alex.


"Di 2014, Telkomsel juga akan terus memperkuat layanan data yang akan menjadi penopang pendapatan perseroan," lanjutnya.


Secara industri, Alex menambahkan, saat ini rata-rata 70% pendapatan operator berasal dari layanan suara dan pesan singkat (SMS), sedangkan 30% dari layanan data. Namun, porsi tersebut bisa terbalik dalam tiga sampai empat tahun mendatang. Dengan kata lain, kontribusi layanan data bisa mencapai 70% pada 2016.Next


(ash/fyk)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!