Uni Eropa Anggap Bitcoin Berbahaya

Jakarta - Meski belakangan mulai banyak lirik, namun mata uang digital Bitcoin mendapat penilaian buruk dari lembaga keuangan di Uni Eropa. Bitcoin dianggap berbahaya.

Dari sisi teknis Bitcoin dianggap lebih mudah dicuri dibanding mata uang sesungguhnya, sementara dari sisi investasi Bitcoin juga dinilai buruk. Sebab nilai mata uang ini hanya berdasarkan permintaan pasar dengan tingkat fluktuatif yang tinggi.


Mata uang Bitcoin juga tidak dirilis di bawah lembaga khusus dengan payung hukum, sehingga para penggunanya tidak akan terlindungi dan tidak ada pengawasan khusus dari pemerintah mana pun.


"Saat ini tidak ada perlindungan khusus di Uni Eropa yang melindungi konsumen jika terjadi kerugian finansial atau jika mata uang virtual tersebut gagal," tulis pernyataan lembaga European Banking Authority, seperti dikutip detikINET dari New York Times, Minggu (21/12/2013).


Sejak diluncurkan 2009 lalu oleh sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya, nilai tukar Bitcoin memang terus popular, terutama sejak bisa dipakai untuk membeli makanan ringan hingga mobil mewah.


Selain Eropa, pemerintah China sendiri telah melarang semua lembaga keuangan mereka untuk menerima transaksi Bitcoin. Sebab mata uang digital ini justru banyak dimanfaatkan untuk transaksi ilegal, termasuk untuk pencucian uang.


(eno/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!