'Bisnis Awan' di Indonesia Diprediksi Tumbuh Subur

Jakarta - Lembaga riset IDC memperkirakan dalam 3 tahun ke depan pertumbuhan industri cloud computing di Indonesia akan meningkat pesat. Bahkan nilainya ditaksir sampai Rp 6,59 triliun.

Layanan cloud diprediksi menjadi pilihan enterprise di masa depan, tak terkecuali di Indonesia. Menurut perkiraan IDC, potensi bisnis public cloud di Indonesia tumbuh pesat dari USD 145 juta di tahun 2013 menjadi USD 587 juta pada tahun 2017, atau setara dengan Rp 6,59 triliun.


Microsoft, sebagai salah satu penyedia layanan cloud, mengaku mengalami jumlah peningkatan. Di kawasan Asia Pasifik, platform Cloud OS Microsoft Azure diklaim tumbuh tiga kali lipat dibanding laju pertumbuhan industri IaaS (Infrastructure-as-a-service) dan PaaS (Platform-as-a-service).


Selain itu, permintaan atas solusi virtualisasi Microsoft yang mendukung infrastruktur private cloud dan public cloud diklaim tumbuh 30% per tahun. Momentum ini diantisipasi Microsoft dengan ekosistem kemitraan yang kuat, dan solusi sekelas data center yang lebih hemat daripada solusi lain yang ada saat ini.


Strategi Microsoft di Indonesia


Melihat angka pertumbuhan yang menjanjikan itu, Microsoft segera menerapkan sejumlah strategi mereka di Tanah Air, salah satunya dengan menyelenggarakan acara khusus mengulas komputasi awan.


Acara yang bertajuk Techday itu digelar pada mulai Rabu (23/10) lalu di Balai Kartini Jakarta. Isinya sendiri seputar teknologi cloud yang ditawarkan Microsoft.Next


(eno/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!