Bos Google Ramalkan 'Kematian' Majalah Cetak

Amerika Serikat - Chairman Google, Eric Schmidt, meramalkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan para pembaca majalah cetak akan beralih ke tablet. Inilah akhir masa media print.

Tablet sekarang ini semakin populer di kalangan pengguna internet. Tak sedikit pula dari mereka yang menggunakannya untuk membaca buku digital.


Di sela-sela ajang konferensi Magazine Publisher Association, Schmidt memaparkan pendapatnya mengenai masa depan majalah cetak kepada Pemimpin Redaksi Majalah Wired, Scott Dadidsh.


"Tablet saat ini lebih populer daripada PC. Anda dapat membaca melalui perangkat tersebut, ia tahu di mana Anda berada, dan ia punya akselerometer. Banyak hal yang bisa dilakukan penerbit di tablet dibanding yang bisa mereka lakukan di majalah cetak," jelas Schmidt.


Mantan CEO Google itu juga meramalkan bahwa dalam 5 tahun ke depan akan banyak sekali aplikasi menarik pada tablet, khususnya aplikasi majalah yang bisa lebih interaktif, misalnya dengan kemampuan mendeteksi di mana pembaca berada.


"Ini seharusnya kabar bagus untuk mereka (penerbit-red). Di dunia periklanan, sinyal lokasi memungkinkan penyampaian iklan yang lebih terarah (dibanding media cetak-red)," tambah Schmidt.


Menurut Schmidt, dengan berbagai fitur canggih yang ditawarkan tablet, maka tidak alasan lagi para penerbit untuk tidak memanfaatkannya. Oleh sebab itu masa depan majalah menurutnya bukan lagi melalui cetak, tapi digital.


"Saya pikir kita tidak akan lagi kembali ke buku," tandasnya seperti dikutip detikINET dari Mashable, Kamis (24/10/2013).


(eno/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!