Waktunya Kembali ke Album Foto?

Jakarta - Vint Cerf, pria yang disebut sebagai bapak internet dan kini Vice President Google, memperingatkan kalau data digital seperti foto berpotensi musnah dan disarankan dicetak saja. Waktunya kembali ke album foto?

Ya, album foto kini sepertinya semakin tidak laku. Kecuali mungkin untuk menyimpan foto pernikahan. Padahal kalau menuruti kata Vint Cerf, foto dalam format cetak mungkin akan lebih bertahan lama dibandingkan format digital.


Apa sebabnya? Menurut Cerf di masa depan, format digital berpotensi tidak bisa terbaca seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kasus seperti itu dinyatakan sudah terjadi.


"Masalahnya sudah ada. Pada tahun 1980-an, adalah hal biasa menyimpan dokumen di disket atau punya cartridge game Atari. Tapi meskipun saat ini disket atau kaset kondisinya masih bagus, perangkat untuk membacanya kebanyakan sudah tidak ada," tulis kolomnis The Guardian, Ian Sample.


"Peradaban lama tak mengalami hal itu, karena mereka menulis di batu atau kertas yang hanya membutuhkan mata untuk membacanya. Untuk mempelajari kebudayaan masa kini, ilmuwan masa depan akan berhadapan dengan PDF, dokumen Word dan ratusan tipe file yang hanya bisa dibaca dengan software atau hardware khusus," paparnya.


Memang, kemudahan menyimpan dalam format digital membuat orang malas mencetak foto dan menyimpannya dalam album. Seperti dituturkan kolomnis Telegraph, Glenda Cooper yang memilih menyimpan foto di komputer saja.


"Aku berhenti mencetak foto di album ketika aku membeli komputer Mac pada tahun 2006 dan menyimpan semua fotoku di sana," tulisnya.Next


(fyk/ash)