Membuat Efek Dramatis Asap Hio

Jakarta - Perayaan Imlek di Jakarta kemarin kurang menarik secara visual. Sebab mendung sepanjang hari membuat cahaya matahari nyaris tak ada. Semburat side light atau backlight di antara asap-asap yang membubung dari hio atau dupa menjadi nihil.

Efek dramatis pun sepertinya menurun, tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya. Yakni saat lautan batang hio dengan asap mengepul tebal bersinar di timpa matahari.


Mengantisipasi cuaca yang kurang mendukung untuk sesi pemotretan tersebut, trik lama digunakan. Apa itu? Ya, strobist. Yakni berbekal lampu flash yang dilepas dari dudukannya (hot shoe). Lampu ini kemudian ditempatkan bebas sesuai kebutuhan dan dihubungkan dengan trigger (pemicu). Trigger ini tidaklah mahal, mulai pada kisaran Rp 150.000.


Namun, sebelum menggunakan strobist, ada baiknya mengkonfirmasi ke pihak tempat ibadah apakah mengganggu bila ada lampu kilat. Jika dinyatakan tidak ada masalah, memotretpun lebih nyaman dan fokus.


Dalam foto-foto yang dihasilkan di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat ini, seting kamera dibuat M alias Manual. Tidak lain untuk mengantisipasi perbedaan ruangan dan intensitas cahaya yang berbeda-beda.


Foto-foto di sini menggunakan diafragma f/8 dengan speed 1/125. Sementara ISO digunakan berbeda. ISO 200 untuk ruangan sempit dan agak terang sementara ISO 400 untuk ruangan temaram dan luas.


Bagaimana menempatkan lampu flash? Tidak lain menyamping atau bahkan backlight. Posisi ini untuk menghasilkan efek semburat matahari pagi dan menonjolkan asap hio dengan maksimal.


Flash bisa ditempatkan di meja atau meminta teman memegangi lampu kilat dengan posisi agak tinggi. Penggunaan lightstand tidak disarankan karena dikhawatirkan mengganggu lalu-lalang orang-orang yang tengah berdoa.


Selanjutnya tinggal menunggu momen yang baik untuk memencet shutter. Bersabarlah hingga memperoleh momen yang paling menarik. Selain itu, utak-atiklah setting ISO-Speed-Diafragma sehingga menghasilkan efek asap hio yang paling oke. Jika perlu, bisa bereksperimen dengan menggonta-ganti white balance.


Hasilnya berupa foto-foto Imlek yang sedikit berbeda dari kebanyakan. Ada permainan lampu dengan dramatis. Penasaran? Bisa dicoba pada perayaan Cap Go Meh yang jatuh di hari ke-15 setelah Imlek.




Backlight dengan lampu flash dipegang oleh teman dengan ketinggian yang sudah dipesan sebelumnya. (Ari Saputra/detikcom)


Sidelight yang membuat semburat cahaya menimpa asap hio dengan maksimal. (Ari Saputra/detikcom)


Backlight dengan cerita yang sama, mengeklpor asap, hio dan pengharapan. (Ari Saputra/detikcom)


Lampu flash ditempatkan rendah dan backlight untuk mengekplore gesture. (Ari Saputra/detikcom)


Variasi gambar dengan sedikit underexposure di komputer. Tampak lampu flash di belakang subjek foto. (Ari Saputra/detikcom)





(Ari/rou)