Aplikasi Kencan Diretas: Godain Cewek Cantik Ternyata Lelaki Tulen

Jakarta - Popularitas Tinder sebagai aplikasi kencan atau pencari jodoh tentu tak bisa dipungkiri lagi. Namun ternyata layanan ini tergolong mudah diretas, seperti yang baru-baru ini terjadi.

Akibat peretasan itu, banyak pria pengguna Tinder yang tertipu. Yaitu mengira bahwa mereka sedang bercakap-cakap atau bahkan sedang menggoda wanita, padahal mereka sedang chatting dengan sesama pria.


Pelakunya adalah seorang programer asal California, Amerika Serikat, yang mengakali application programming interface (API) Tinder. Dengan begitu ia bisa menipu sistem Tinder, untuk 'menjodohkan' dua penggunanya sesuai profil, tanpa memperhatikan jenis kelaminnya.


Banyak pria yang tertipu akibat ulah programer menyebut dirinya dengan nama Patrick ini. Bahkan kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk saling menggoda dalam aplikasi ini. Sampai akhirnya para pria itu menyadari bahwa yang digoda itu punya jenis kelamin yang sama dengan mereka.


Ini bukan pertama kalinya Tinder diretas, sebelumnya pada tahun 2013 aplikasi ini juga mempunyai sebuah lubang keamanan yang terbuka lebar. Lubang keamanan tersebut membuat lokasi penggunanya bisa terungkap, dan bisa digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.


Ada juga seorang peretas yang bisa membuat aplikasi Tinder-nya untuk memberi tanda 'like' ke setiap wanita yang ada di sekitarnya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (27/3/2015).


(asj/ash)