Masa Depan Email Yahoo: Bisa Meluapkan Emosi

Jakarta - Fitur yang satu ini boleh dibilang menjadi kejutan dari Yahoo. Meski perusahaannya dikabarkan dalam kondisi finansial yang tidak baik, perusahaan internet ini masih berupaya melakukan inovasi pada layanan email mereka.

Hasil wawancara yang dilansir The Times, Kamis (26/3/2015), Jeff Bonforte, Senior Vice President of Communications Products Yahoo menyebutkan, timnya sedang menyiapkan perubahan revolusioner untuk mengubah cara pengguna menerima email.


Menurut Yahoo, menuliskan perasaan atau menambahkan emoticon atau emoji ke email saja tidak cukup mengekspresikan emosi sesungguhnya. Yahoo menginginkan cara lebih akurat mengekspresikan apa yang dirasakan melalui email.


Fitur baru ini diwujudkan Yahoo dengan menggunakan sensor built in di ponsel atau wearable gadget yang bisa mengukur detak jantung atau suhu tubuh.


Jeff mencontohkan, ponsel seseorang bisa berubah menjadi dingin jika menerima email dari orang lain yang berada di daerah dingin. "Berkirim pesan seharusnya bisa terasa lebih dekat. Itulah yang coba kali wujudkan," kata Jeff.


Cara ini akan membuat komunikasi terasa lebih dekat, mengingat smartphone dan smartwatch bisa mengukur detak jantung yang kemudian akan menyampaikannya melalui email.


Ide yang menarik, namun Yahoo mungkin perlu mempertimbangkannya sebagai fitur optional. Pasalnya, sebagian pengguna mungkin tidak ingin perasaan sebenarnya diketahui di penerima email.


Sementara pengguna lainnya, mungkin juga hanya menginginkan email terkirim dengan cepat dan mudah. Yang jelas, jika jadi diluncurkan nantinya, fitur ini akan cukup menarik dan memberi warna baru pada layanan email.


Yahoo sedang berupaya keras memperbaiki kondisi finansialnya. Pekan lalu, Yahoo memutuskan menutup kantornya di China. Hal itu sebagai langkah efisiensi mengikuti kebijakan serupa di Indonesia atau Vietnam yang sudah lebih dulu ditutup kantornya.


(rns/ash)