750 Ribu Akun Twitter Dipakai Nyampah

Jakarta - Seorang pelaku kejahatan cyber yang baru-baru ini ditangkap, berada di balik 750 ribu akun Twitter yang dipakai untuk menyebar spam. Aktivitas nyampah dilakukannya demi meningkatkan penjualan pil diet. Mungkin Anda salah satunya yang menjadi korban spammer ini.

Pil diet tersebut dipromosikan di bawah nama Green Coffee Bean Extract. Dalam pesannya, si spammer mengiming-imingi calon korban dengan hasil yang diklaimnya fantastis, yakni membuat langsing dalam waktu singkat.


Perusahaan keamanan cyber Symantec mencatat, spammer ini berpura-pura menjadi brand populer atau mencatut nama selebritis. Skema spam yang dilakukan pria ini disebut Symantec cukup canggih.


Pelaku menggunakan taktik yang menjaga agar 'kampanye' yang dilakukannya tetap aktif untuk jangka waktu yang panjang. Ini dilakukan spammer agar mendapatkan komisi atau keuntungan yang dihitung berdasarkan banyaknya rujukan.


Kampanye spam marketing dilakukan salah satunya dengan cara berpura-pura menjadi akun Twitter selebritis atau brand populer, serta menambahkan logo, ikon atau avatar yang tampak meyakinkan.


Spammer mencatut nama-nama seperti CNN, E! Online, TMZ, ABC News, MTV News, Yahoo! News atau Men’s Health. Adapun selebritis yang ikut menjadi korban dicatut namanya antara lain Britney Spears, Renee Zellweger, Christina Aguilera dan Lady Gaga.


Akun palsu tersebut memposting tweet yang mengklaim mereka sukses menurunkan berat bada berkat Green Coffee Bean Extract pill. Kemudian, akun lain yang juga buatan si spammer akan meretweetnya.


Symantec menamai akun-akun yang mencatut nama selebritis atau brand ternama dengan 'mockingbirds'. Lainnya adalah 'Parrots', yakni akun palsu yang menggunakan konten serta foto-foto curian dari orang-orang yang nyata.


Terakhir adalah akun yang disebut 'eggs'. Selain foto profilnya yang menggunakan gambar telur seperti akun Twitter baru, akun Twitter semacam ini tidak punya pengikut dan tidak aktif ngetweet. Namun spammer menggunakannya untuk meretweet 'sampah' yang sudah disebarnya.


Symantec mencatat, spammer tersebut menggunakan lebih dari 700 ribu atau 94,5% akun Twitter 'eggs', 40 ribu atau 5,06% akun menggunakan 'parrots' dan sekitar kurang dari 100 akun atau 0,01% menggunakan 'mockingbirds'. (rns/rns)