BRTI Cegah Internet Jangan Sampai Mati Total

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) khawatir kalau seluruh penyelenggara jasa internet (ISP) di negeri ini benar-benar kompak menghentikan layanannya, perekonomian negara akan sangat dirugikan.

Itu sebabnya, mereka menjaga agar internet jangan sampai mati total. Demikian diungkap Nonot Harsono dan Muhammad Ridwan Effendi, para anggota komite BRTI saat berbincang dengan detikINET, Jumat (26/9/2014).


"Kita jaga jangan sampai terjadi chaos, terutama dunia perbankan. Bank itu sangat bergantung pada jasa telekomunikasi terutama internet untuk menjalankan ATM, SMS, dan khususnya internet banking," kata Ridwan.


Sementara Nonot khawatir, jika akses internet di Indonesia sampai mati total, tujuan demokrasi ekonomi sesuai Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tidak akan terjadi.


"Perekonomian negara amat dirugikan, karena akses internet/informasi menjadi terhenti. Hak warga negara yang dijamin oleh UUD pasal 28f menjadi tidak terpenuhi," ucap Nonot.


"Kita ingat bahwa akses internet untuk 10% populasi bisa menaikkan GDP sebesar 1,38% atau Rp 140 trilliun. Sementara transaksi online akan terhenti dan kembali ke jaman 90-an semua jual-beli harus di pasar fisik dengan tatap muka," sesalnya lebih lanjut.


Hasil PertemuanNext


(rou/fyk)