Apple Kesulitan Tembus Tembok Besar China

Jakarta - Dengan penduduk miliaran, China selalu menjadi pasar seksi bagi perusahaan apapun, tidak terkecuali Apple. Namun demikian, tidak mudah bagi produsen iPhone itu menembus 'tembok besar' China.

Kesepakatan dengan operator China Mobile memungkinkan Apple menjual iPhone 5S dan 5C secara resmi di Negeri Tirai Bambu. Namun hasil penjualan di minggu pertama 'hanya' di kisaran 350 ribu, dari target 400 sampai 500 ribu.


Harga iPhone terbaru di China, yang mulai USD 740, mungkin dinilai terlampau tinggi bagi penduduk setempat. Kira kira sepersepuluh dari penghasilan total penduduk perkotaan China dalam setahun.


Belum lagi persaingan dengan vendor ponsel lokal seperti Huawei, Xiaomi, Lenovo atau ZTE yang menawarkan handset spesifikasi bagus dengan harga lebih terjangkau.


Selain itu, Samsung, musuh terberat Apple saat ini, masih menjadi vendor ponsel nomor satu di sana. Ada kecenderungan penduduk lokal menyukai ponsel layar lebar seperti yang banyak ditawarkan Samsung.


"Saya tidak begitu berharap China Mobile akan menjual banyak iPhone saat ini. Namun mungkin di generasi iPhone selanjutnya, jika layarnya lebih besar, bisa jadi akan banyak diminati," kata CK Lu, analis di Gartner yang detikINET kutip dari Reuters, Rabu (29/1/2014).


(fyk/eno)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!