Esia Tetap Pede Meski Kalah Teknologi

Jakarta - Dibandingkan kompetitornya, mungkin Esia masih mengandalkan teknologi yang terbilang lawas. Namun hal tersebut nyatanya tak menyurutkan mereka dalam kompetisi layanan data. Apa rahasianya?

Saat ini Esia masih menggunakan teknologi EVDO Rev.A yang notabene hanya sanggup menyodorkan kecepatan data maksimal 3,1 Mbps di atas kertas. Sementara kompetitornya telah mengusung EVDO Rev.B Fase 2 yang mampu menyemburkan kecepatan hingga 14,7 Mbps.


Pun begitu, Esia yakin masih memiliki kelebihan terutama pada space yang dimilikinya. Meski teknologi lebih rendah, ‘ruang’ yang dimiliki Esia diklaim masih leluasa ketimbang kompetitor yang mengusung teknologi lebih tinggi.


“Istilahnya ’ruang’ yang kami miliki masih leluasa sehingga pelanggan lebih dapat merasakan kecepatan data yang kami janjikan secara optimal,” ujar R. Adityawati, Head Corporate Communicatin Esia di Dapur Sunda, Setiabudi One, Jakarta.


Dengan porsi pengguna layanan data yang masih jauh di bawah pengguna layanan voice, apa yang disampaikan Esia memang ada benarnya. Artinya beban layanan data Esia memang masih sangat dapat dioptimalkan ke depannya.


Dikatakan oleh Adityawati, saat ini total pelanggan Esia berkisar 11,4 juta pelanggan. Dimana 800 ribu pelanggan di antaranya adalah pengguna layanan data.


Namun Esia tak menampik bila nantinya juga akan mengimplementasikan teknologi CDMA yang lebih baik dari yang digunakannya sekarang. Tapi untuk saat ini teknologi yang digunakannya diklaim masih mampu mengakomodir kebutuhan pelanggan.


“Klaim kecepatan akses hingga belasan Mbps juga kan tak selalu dapat dirasakan pengguna di semua lokasi,” pungkas wanita yang kerap dipanggil Tya itu.


(yud/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!