Beli Motorola, Lenovo Mau Apa?

Jakarta - Lenovo berani membeli Motorola dengan harga miliaran rupiah dari Google tentu dengan maksud tertentu. Bos produsen ponsel dan komputer asal China itu pun membeberkan rencananya.

"Itu (Motorola-red) adalah harta karun kami," buka Yang Yuanqing, CEO Lenovo.


Yang juga menjelaskan bahwa Lenovo tidak akan mematikan bisnis Motorola, melainkan memilih untuk membesarkan kedua merek secara bersamaan.


"Kami tidak hanya akan melindungi brand Motorola, tapi akan membuatnya lebih besar lagi," tambah Yang, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (30/1/2014).


Nantinya di China dan negara berkembang seperti India dan Rusia, Lenovo tetap akan memasarkan ponsel dengan merek mereka. Sementara brand Motorola akan digeber di negara barat seperti Amerika dan Amerika Latin, di mana merek Motorola sudah familiar.


Seperti diketahui bahwa Lenovo baru saja menandatangani kesepakatan dengan Google untuk membeli Motorola. Dalam waktu dekat Lenovo akan membeli Motorola Mobility dengan harga USD 2.91 miliar atau setara Rp 35,4 triliun.


Dengan pembelian ini, nantinya Lenovo berhak memiliki beberapa paten dan lisensi yang dimiliki oleh Motorola, termasuk Moto G dan Moto X--smartphone yang baru diluncurkan tersebut.


"Menjadi bagian dari Lenovo, Motorola Mobility akan memiliki jalur cepat untuk mencapai tujuan kami mencapai 100 juta orang berikutnya yang terhubung dengan Internet mobile," ujar Dennis Woodside, CEO, Motorola Mobility.


Lenovo saat ini menguasai 4,7% pasar smartphone global, berdasarkan penelitian dari Strategy Analytics. Namun kebanyakan penjualan berasal dari China meski belakangan mereka terus agresif di pasar global, termasuk Indonesia.


Adapun Motorola masih cukup kuat meski bisnisnya belakangan terus merugi. Di Amerika Serikat, Motorola adalah produsen ponsel terbesar ketiga. (eno/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!