Wii U Tak Laku, Bos Nintendo Rela Potong Gaji

Jakarta - Penjualan Wii U yang kurang baik membuat kondisi keuangan Nintendo memburuk. Bahkan produsen game asal Jepang itu terpaksa harus memotong gaji para bos besar mereka.

Orang yang paling kena dampak keputusan itu adalah Satoru Iwata, President Nintendo. Tidak tanggung-tanggung, gaji pria berkacamata itu dipotong hingga 50%, seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Kamis (30/1/2014).


Selain Iwata, jajaran gaji jajaran direksi Nintendo juga kena pangkas dengan besaran sekitar 20%-30%. Gaji baru ini efektif mulai Maret 2014 hingga Juli 2014.


Seperti diketahui, karena lesunya peminat Wii U, Nintendo merevisi target penjualannya secara besar-besaran dari 9 juta unit menjadi 2,8 juta unit saja.


Target penjualan yang tak sampai sepertiganya ini bahkan lebih kecil dibandingkan jumlah Wii U yang berhasil terjual 3,45 juta unit di tahun awal peluncurannya.


Sementara penjualan dari Nintendo 3DS juga tak terlalu bagus. Dari target 18 juta unit, Nintendo hanya berharap bisa laku 13,5 juta unit. Revisi target besar-besaran tak hanya di konsol saja. Nintendo juga menurunkan target penjualan game terbitannya dari 3,8 juta judul menjadi 1,9 juta saja.


Proyeksi bisnis ini anjlok mengingat penjualannya di musim liburan kemarin sangat mengecewakan. Dampak dari bisnis ini jelas akan memukul kondisi keuangan Nintendo dengan kerugian sedikitnya 35 miliar yen (USD 336 juta) atau sekitar Rp 4 triliun lebih.


(eno/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!