Gara-gara Zuckerberg, Iran Haramkan WhatsApp

Jakarta - Selepas akuisisi yang dilakukan Facebook, WhatsApp mendapatkan rintangan pertamanya di Iran. Negara timur tengah ini mengeluarkan aturan yang mengharamkan akses WhatsApp di wilayahnya.

Komite kriminal dan internet Iran sebagai pengagas regulasi itu mengatakan, alasan pemblokiran yang dilakukan di negaranya adalah karena WhatsApp saat ini telah dimiliki Facebook.


Anggota komite berasumsi WhatsApp yang dimiliki oleh perusahaan Mark Zuckerberg yang masih keturunan Yahudi ini memiliki potensi untuk mencuri informasi dari pengguna yang berada di Iran.


"Alasan untuk ini adalah asumsi dari WhatsApp (yang kini dimiliki) oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg," ujar salah satu anggota komite tersebut, seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Senin (5/52014).


Hal semacam ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh Iran. WeChat yang merupakan layanan pesan instan asal Tiongkok telah lebih dulu diblokir di Iran.


Negara pimpinan Hassan Rouhani ini memang dikenal cukup ketat soal aturan internet, salah satunya adalah aturan bertajuk Halal Net yang mengharuskan konten internet di Iran untuk memiliki sertifikat halal.


(yud/rou)