Indonesia Pasar Potensial Bisnis Ruang Kerja Mobile

Los Angeles - Ruang kerja mobile (mobile workspace) makin digemari di seluruh dunia. Walaupun agak ketinggalan dengan wilayah lain di Asia Pasifik, namun dengan sumber daya yang dimilikinya Indonesia merupakan pasar potensial bagi bisnis ruang kerja mobile.

Dengan era cloud computing dan mobile yang salah satunya ditandai dengan tren Bring Your Own Device (BYOD), ruang kerja mobile merupakan sesuatu yang tak terelakan lagi. Apalagi kebutuhan untuk bekerja di luar ruangan juga semakin meningkat seiring dengan faktor-faktor pendukung lainnya seperti kepadatan di jalan raya serta mahalnya harga sewa maupun beli properti.


Jika beberapa tahun yang lalu ruang kerja mobile baru mulai dikenal, perkembangannya kini sangat baik. Bahkan menurut survei Gartner pada 2 Januari 2014, pasar ruang kerja mobile akan meningkat 15 persen pada tiga tahun mendatang.


"Di Asia Pasifik ruang kerja mobile memang semakin populer. Jika dibandingkan dengan wilayah lain perkembangannya menggembirakan, walaupun wilayah lain juga perkembangannya sama-sama konsisten," tutur Rob Willis, Vice President Citrix Systems, Asia Pasific di sela-sela Citrix Synergy di Anaheim Convention Center.


Ditambahkan Willis, di Asia Pasifik beberapa negara dengan perkembangan ruang kerja mobile yang menonjol mayoritas adalah negara pemilik sumber daya manusia yang cukup besar, di antaranya Australia, China dan India.


Bagaimana dengan Indonesia? "Kami sedang mencoba untuk mencocokan produk apa yang sesuai untuk pasar Indonesia, jadi sedang menginvestigasi market terlebih dahulu," ungkap Willis.


Diakui Willis tidak banyak kendala yang dihadapi Citrix untuk memasuki pasar Indonesia. "Buat kami isu birokrasi yang kerap kali menjadi problem tidak menjadi kendala. Mereka justru menjadi konsumer kami. Kami sedang mempelajari market terlebih dahulu," ungkapnya.


Dengan potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan wilayah yang sangat luas Indonesia merupakan pasar potensial.


"Indonesia adalah negara yang orang-orangnya sangat bersemangat terhadap teknologi baru. Mereka pasar potensial kami di masa depan," pungkasnya.


(mel/fyk)