Apa Tantangan Cloud Computing di Masa Depan?

Los Angeles - Tren sistem cloud computing terus mendapatkan tempat popularitasnya. Setelah diperkenalkan beberapa tahun terakhir, komputasi awan yang tak terbendung ini juga menghadapi tantangan di masa depan.

Banyak hal yang harus dipersiapkan perusahaan sebelum memutuskan untuk membuat sistem berbasis komputasi awan. Mulai dari infrastuktur, jaringan, hingga

berbagai perangkat yang nantinya akan digunakan oleh pengguna.


Bersamaan dengan era komputasi awan, dunia IT pun dimeriahkan dengan tren Bring Your Own Device (BYOD) dan ruang kerja mobile. Dengan perkembangan teknologi yang tak berhenti, apalagi yang akan menjadi tantangan komputasi awan?


"Tantangan ada pada apakah kita mampu membuat cloud yang bisa diakses dengan mudah dalam segala bentuk. Jadi tantangannya ada pada kemudahan diaksesnya," ungkap VP Marketing & Business Development at Citrix Systems Krishna Subramanian, saat ditemui detikINET di sela-sela Citrix Synergy di Anaheim Convention Center, Los Angeles.


Ditambahkan Krishna, komputasi awan juga harus mampu membantu perusahaan lebih efisian karena dengan menyediakan sistem berbasis komputasi awan akan mengurangi biaya managing infrastruktur.


"Bukan masanya lagi IT perusahaan hanya berkutat pada managing infrastruktur karena itu tidak mengurangi cost. Biarlah mereka fokus pada cloud service terhadap penggunanya," tambahnya.


Khusus di Indonesia, Krishna menambahkan ada dua tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah biaya dan yang kedua soal simplicity. Kami di Citrix menyediakan platform yang sangat mudah dijalankan, itu membuat konsumen kami di Indonesia terus bertambah."


Krishna bercerita mengenai salah satu konsumen Citrix di Indonesia yang berasal dari pemerintahan yaitu Kementerian Pendidikan. Kementerian membangun community cloud dimana sekolah dari seluruh Indonesia bisa mengakses virtual apps, XenDesktop serta common cloud.


"Program ini berlangsung hampir tanpa hambatan karena solusi kami memiliki protokol yang memungkinkannya bekerja dengan low bandwith. Konsumen juga mendapatkan keuntungan karena mereka bisa menekan biaya dan melayani kebutuhan stake holder," pungkasnya.


(mel/tyo)