Masuk Indonesia, Xiaomi pun Terpaksa Gelar Lapak

Jakarta - Selama ini Xiaomi selalu mengandalkan penjualan online untuk menjajakan produknya. Namun ketika masuk Indonesia, sepertinya Xiaomi harus 'mengalah' dan mengikuti gaya jualan di sini.

Yaitu dengan membuka toko fisik, selain tetap mengandalkan transaksi online tentunya. Memang, lapak fisik yang dimaksud belum digarap Xiaomi sepenuhnya, melainkan masih menggandeng partner.


Sang vendor asal China telah menunjuk Trikomsel sebagai salah satu ujung tombak distribusi pemasaran ponsel dan seluruh aksesorisnya di Indonesia. Untuk kerjasama awal, produk yang akan dihadirkan adalah Redmi 1S.


Trikomsel merupakan anak usaha dari Polaris, perusahaan regional distributor dan retailer produk telekomunikasi yang berbasis di Singapura. Di Indonesia, jaringan distribusi Trikomsel telah mencapai 108 poin distribusi yang melayani lebih dari 15.000 retailer pihak ketiga di setiap propinsi di 183 kota dengan jaringan ritel mendekati 1.000 toko.


Selain itu, penjajakan untuk kemungkinan memasarkan produk-produk Xiaomi melalui jaringan retail Erafone juga tengah dilakukan.


Dalam kerja sama yang lebih luas, Xiaomi menggaet Erajaya Group sebagai partner meliputi Erajaya Swasembada yang akan berperan sebagai importir dan Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai distributor resmi. Di tahap awal, produk Xiaomi akan dipasarkan lewat jalur channel yaitu melalui Lazada.com.


Menurut Direktur Marketing & Communication Erajaya Djatmiko Wardoyo, Erajaya Group memiliki jaringan retail di lebih dari 500 outlet, termasuk 42 outlet iBox. TAM juga membantu Xiaomi dengan layanan purna jual (after market service).


"Dalam periode launching memang hanya melalui e-commerce, tapi ke depan akan dielaborasi melalui channel retail," kata Djatmiko.


Di tahun 2014, Xiaomi punya target menjual 60 juta-65 juta unit ponsel. Sementara hingga semester I 2014, Xiaomi telah menjual 26,1 juta unit ponsel.


(ash/ash)