Setelah Nokia Tak Ada, Finlandia Bisa Apa?

Helsinki - Setelah unit bisnis ponsel Nokia dibeli Microsoft, perusahaan kebanggaan Finlandia itu kini telah milik Amerika Serikat. Lalu, apa lagi yang masih bisa dibanggakan oleh negeri 'seribu danau' tersebut?

Warga Finlandia mungkin tidak akan bersedih lama-lama, karena selain pembesut mobile phone itu mereka juga punya produsen mobile games yang bisa dibanggakan. Ya, game terkenal seperti Angry Birds dan Clash of Clans berasal dari negara ini.


Industri mobile game di Finlandia memang cukup menjanjikan dan melesat dengan cepat. Buktinya, negara Nordik itu sudah mendapatkan pendapat dua kali lipat sampai USD 2,7 miliar tahun ini di bandingkan tahun lalu.


Maka tak mengherankan, industri ini mampu memikat lembaga pendanaan modal. Tahun lalu saja, 150 pengembang game mobile ini berhasil menarik dana USD 60 miliar dari investor.


"Seluruh startup di sini menakjubkan," kata New Zealand, mantan insinyur Nokia yang mendirikan startup, seperti dikutip detikINET dari Phys, Jumat (15/11/2013).


Banyak startup asal Finlandia sangat berharap industri ini mampu mempertahankan posisi negara ini sebagai posisi teknologi tinggi setelah era Nokia berakhir.


Memang bila dibandingkan Nokia yang sudah meraksasa, sumbangsih startup game masih terbilang kecil. Hanya 30 miliar euro setahun, dengan 2.200 bekerja di dalamnya.


(tyo/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!