Malware WireLurker, Momok Baru Penguna iPhone

Jakarta - Bila selama ini malware biasa masuk ke pengguna iPhone yang sudah di-jailbreak, maka WireLurker lebih berbahaya lagi. Diduga, pengguna yang tertutup pun bisa rentan terinfeksi.

"Ini termasuk yang terbesar pernah kami liat," tulis pihak perusahaan keamanan Palo Alto Network, yang menemukan bahaya dari WireLurker ini.


Mereka menambahkan, bahwa WireLurker memang awalnya hidup di China sekitar enam bulan lalu. Awalnya menyerang Mac dengan menyelubungkan diri melalui Trojan dan kemudian menginfeksi iPhone yang tercolok USB.


"Mereka tampaknya masih menyiapkan diri untuk melakukan serangan," kata Ryan Olson, Direktur Intelligence Palo Alto Networks, yang detikINET kutip dari Apple Insider, Kamis (6/11/2014).


Olson mengatakan bahwa tak seperti virus lainnya yang mengincar iPhone yang sudah di-jailbreak, WireLurker mampu melompat ke iPhone non-jailbreak dengan perantara Mac.


Sejauh ini menurut perusahaan keamanan itu, WireLurker yang menyerang iPhone non-jailbreak adalah yang digunakan untuk segmen corporate.


Selat malware yang menginfeksi iPhone nyatanya mampu menerobos ke data sensitif seperti kontak, membaca iMesahe dan pin remote server untuk comannad dan control operasi.


Pengguna--khususnya mac--diwanti-wanti untuk tak menginstal App Store pihak ketiga. Karena diketahui, Maiyadi App Store merupakan sarang malware WireLurker yang mengirimkan malware ke pengguna iPhone.


(tyo/rou)