Dilarang di India, Xiaomi Bisa Kelabakan

Jakarta - Xiaomi baru saja dilarang penjualannya di India karena dinilai terbukti melanggar paten teknologi wireless milik Ericsson. Jika larangan ini terus belaku, bisa menjadi pukulan cukup telak bagi perusahaan asal China itu.

Seperti diberitakan, India telah menjelma jadi pasar terpenting Xiaomi setelah China. Xiaomi mulai berbisnis di India sejak Juli 2014 dan langsung sukses besar. Dilaporkan, Xiaomi sudah menjual setengah juta ponsel di negeri itu sampai bulan Oktober.


Dengan penduduk melimpah, India bisa jadi kunci bagi Xiaomi jika untuk menyaingi Samsung atau Apple. Pertumbuhan pasar smartphone di sana makin pesat. Dan Xiaomi sudah lumayan dikenal dengan strategi jitunya, jual ponsel murah spesifikasi lumayan.


"Pasar smartphone di India diharapkan naik dua kali lipat di 2018 terkait migrasi dari feature phone ke smartphone. Apa yang diharapkan konsumen di sini simpel saja, pengalaman pemakaian yang bagus dengan harga terjangkau," jelas Kiran Kumar, Research Manager IDC India.


Karenanya, dikutip detiKINET dari Guardian, Jumat (11/2/2014), Xiaomi bisa rugi besar jika larangan penjualan itu diberlakukan dalam waktu lama. Wajar jika mereka segera bereaksi dan berharap mengubah keputusan pengadilan. Mereka akan kembali berdiskusi dengan Ericsson.


"Kami dipaksa untuk menunda penjualan di India oleh Delhi High Court sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebagai perusahaan yang taat hukum, kami sedang menginvestigasi masalah ini dengan hati-hati. Kami akan melakukan apapun untuk mengubah situasi," kata Hugo Barra, Vice President International Xiaomi.


(fyk/rns)