Operator Keluhkan OTT: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang

Jakarta - Para operator telekomunikasi di Indonesia kembali mengeluhkan masalah klasik dengan para pemain OTT (over-the-top) saat berdiskusi dengan Menkominfo Rudiantara.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, misalnya. Ia mengakui masalah OTT ini harus segera dibenahi karena operator sudah bekerja keras membangun infrastruktur.


“Kita yang bangun mereka dapat uang. Kita coba adopsi model bisnisnya mereka, malah protes dengan alasan net neutrality. Kita minta ada kerjasama dengan hitung-hitungannya,” keluhnya dalam talkshow HUT ke-3 IndoTelko Forum di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/12/2014).


PLT Direktur Utama Telkom Indra Utoyo juga mengakui hubungan antara operator dengan OTT harus ditata. Ia juga menekankan adanya potensi bahaya dari pengaruh OTT asing.


“Paling bahaya dari era konten ini adalah cultural attack. Kita harus mulai memikirkan dimana titik-titik akses bisa dikendalikan. Kerjasama yang balance antara operator dan OTT memang harus ada,” katanya.


CIO Indosat Herfini Harjono juga mengakui Indonesia memiliki daya tawar dengan OTT global, namun dalam bernegosiasi harus elegan.


“Kita harus pikirkan adanya teknologi yang bisa mengidentifikasi asal trafik dari mana, setelah itu kita bawa menjadi salah satu bahan negosiasi,” katanya.


Sementara ‎CEO Aora TV Guntur S Siboro menyarankan operator berkerjasama dengan OTT dan belajar cara bisnisnya.


“OTT punya kekuatan mampu melakukan analisa perilaku pelanggan secara mendalam karena berbasis aplikasi. OTT ini datang kala operator belum balik investasi di jaringan data. Baiknya nanti kalau kerjasama dengan OTT itu dikirim orang kreatif saja dari operator agar platform berpikir sama,” katanya.


(rou/fyk)