'Teropong Kardus' Google Laris Manis

Jakarta - Google cardboard awalnya mungkin terlihat seperti sebuah proyek konyol. Namun anggapan ini bisa jadi salah. Setidaknya, headset virtual reality (VR) murah yang unik ini terlihat punya banyak peminat.

Sampai saat ini, seperti dikutip dari Ubergizmo, Kamis (11/12/2014), Google tercatat sudah mengapalkan lebih dari 500 unit cardboard sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.


Di samping itu, ada banyak juga konsumen yang membuatnya sendiri, karena mudah dipelajari dan relatif murah. Yang jelas, adopsi headset VR berbahan kardus ini cukup mengejutkan.


Untuk itu, Google juga memutuskan merilis SDK cardboard di Android dan Unity. Dengan demikian, para developer semakin mudah merancang aplikasi khusus cardboard.


"SDK menyederhanakan tugas pengembangan VR pada umumnya sehingga Anda bisa fokus pada aplikasi-aplikasi bagus. Dan dengan dukungan Android maupun Unity, Anda bisa menggunakan tool yang sudah Anda tahu," ujar Google.


Bicara headset VR, penggemar teknologi akan langsung teringat Oculus Rift. Nah, mencoba memberikan alternatif dengan cardboard. Penamaan tersebut merujuk pada bahan yang digunakannya, bila Oculus Rift dan headset VR lainnya mengandalkan plastik solid, maka Cardboard menggunakan kardus.


(rns/ash)