Sony Cari 'Jalan Tikus' untuk Rilis The Interview

Jakarta - Gara-gara ancaman dari hacker yang meretas jaringan komputernya, Sony membatalkan peluncuran film The Interview di teater. Namun ternyata perusahaan asal Jepang itu kini sedang mencari cara untuk tetap merilis film tersebut.

Seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Senin (22/12/2014), Sony dikabarkan sedang mencari metode selain teater untuk mendistribusikan film tersebut. Itu dikatakan oleh Lauren Condoluci, juru bicara Sony.


"Sony sedang mempertimbangkan opsi-opsi yang bisa digunakan untuk mendistribusikan film ini," ujar Condoluci.


Hal ini bertentangan dengan kabar yang sebelumnya muncul. Kabar tersebut menyatakan bahwa Sony akan merilis The Interview melalui Crackle, layanan streaming video milik mereka.


Guardian of Peace (GOP), kelompok hacker yang mengaku ada di balik peretasan tersebut mengancam bahwa mereka akan merilis semua informasi rahasia milik Sony yang mereka miliki. Itu akan mereka lakukan jika Sony tak menghapus semua hal yang berkaitan dengan The Inverview.


Kelompok hacker tersebut, menurut Federal Bureau of Investigation (FBI) adalah kelompok hacker yang berasal dari Korea Utara. Sebelumnya Korea Utara telah menolak tuduhan mengenai keterlibatan mereka dalam insiden peretasan tersebut.


(asj/ash)