Virus Android Makin Galak, di iOS Adem Ayem




Smartphone (detikINET)


Jakarta - Program jahat yang menyasar Android dilaporkan semakin 'galak', sedangkan yang menyerang iOS atau platform lain boleh dibilang masih adem ayem. Mengapa penjahat cyber cenderung lebih gemar membidik Android dibandingkan iOS?

Di samping dari sisi popularitas di mana Android sekarang lebih banyak pemakainya ketimbang iOS, ada satu faktor lain yang membuat virus di Android lebih menjamur. Yaitu sistem penerimaan aplikasi yang berbeda antara Google dan Apple.


"Garis besarnya, iPhone itu hanya memberikan satu pintu penerimaan aplikasi. Sedangkan Google banyak sekali pintunya, mereka memberikan izin. Misalnya vendor seperti Samsung atau HTC boleh membuat toko aplikasi sendiri, demikian juga para operator," tukas Lucky Sebastian, Gadget Enthusiast pada acara Ngopi Bareng detikINET.


Lucky menjelaskan, Apple hanya menjual aplikasi lewat App Store dan selalu meneliti aplikasi yang didaftarkan developer. Aplikasi diperiksa apakah benar-benar aman sebelum boleh masuk ke Apple Store.


"Jadi cara untuk memasukkan aplikasi jahat ke App Store harus bisa membohongi pemeriksa dari Apple ini. Dan terkadang ada yang bisa," tambah Lucky.


Dari sisi pengguna, jailbreak yang dilakukan ke smartphone menambah kerentanan terhadap ancaman program jahat. Karena itu, Apple biasanya menghimbau pengguna iOS agar tidak melakukan jailbreak.


"Di samping tidak menguntungkan karena aplikasi bisa didapat gratis, jailbreak juga mungkin membuat keamanan smartphone berkurang," tutur Lucky.


( fyk / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!