Teror di Balik Fungsi Fingerprint iPhone 5S

Jakarta - Fitur unik sekaligus yang paling menggiurkan pada iPhone 5S adalah kemampuan untuk memindari sidik jari. Tapi jika ditilik lebih dalam, ternyata ada ancaman di balik sistem tersebut.

Setelah mengakuisisi perusahaan keamanan AuthenTec senilai USD 356 juta, Apple langsung berbenah. Hingga akhirnya lahirlah sensor Touch ID yang dibenamkan pada iPhone 5S. Sensor ini berfungi sebagai pemindai sidik jari pengguna.


Menurut Apple, pemindai sidik jari ini bisa berfungsi untuk menggantikan password. Entah itu untuk mengaktifkan ponsel, otentifikasi pembayaran di Apple Store, atau bahkan pembayaran secara fisik melalui NFC.


Terlihat sangat menjanjikan memang, dan siapa pun pasti penasaran ingin mencicipinya. Tapi di sisi lain tentu ada bahaya mengintai. Bagaimana jika sidik jari pengguna jatuh ke tangan yang tidak berhak?


Para insinyur Apple mungkin sudah memikirkan hal itu, sampai-sampai mereka mengklaim bahwa data sidik jari yang diambil itu tidak akan dikirim ke iCloud, melainkan disimpan di dalam memori iPhone 5S dalam kondisi dienkripsi.


Dengan metode tersebut Apple mengklaim bahwa data sidik jari pengguna aman, tidak akan ada para peretas yang bisa mengakses data tersebut. Tapi nyatanya justru ancaman datang dari pembesut iPhone itu sendiri.


Berdasarkan dokumen rahasia yang dibocorkan Edwar Snowden, dan dilansir media Jerman Der Spiegel, National Security Agency (NSA) telah menyadap ponsel pintar berbasis Android, BlackBerry dan iOS. Jika begini maka lembaga intelejen Amerika Serikat itu bisa mengintip semua data yang ada di dalam ponsel.


Nah, jika dokumen itu benar, maka klaim data sidik jari yang disimpan di dalam memori iPhone 5S tidaklah aman. Bahkan justru sebaliknya, NSA akan sangat terbantu karena bisa memperoleh data sidik jari dengan sangat mudah.


Ancaman itu pun kian nyata karena Apple sendiri dipercaya adalah bagian dari PRISM, program mata-mata yang digagas pemerintah AS untuk menyadap seluruh komunikasi di ponsel pintar dan internet.


Apa Pentingnya Data Sidik Jari?


Menurut sidik-jari.com, karakteristik yang dimiliki sidik jari adalah parennial nature, yaitu guratan-guratan pada permukaan jari yang melekat pada manusia seumur hidup. Sidik jari seseorang juga tak akan pernah berubah kecuali karena kecelakaan yang sangat serius.


Sidik jari biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya, kemudian dipadu dengan berbagai lengkungan yang unik. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda, oleh sebab itu sidik jari bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang.


Karena keunikannya itu sidik jari selalu oleh kepolisian untuk penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik) atau penggunaan lainya seperti untuk pembuatan SIM, KTP, paspor, absensi, akses kontrol, pendeteksi bakat anak-anak dan masih banyak lagi.


Otentifikasi dengan sidik jari juga tidak seperti password yang jika tercuri bisa kita ganti sesuka hati. Jadi terbayang bukan, jika data sidik jari kita digunakan oleh orang lain.


Itulah sebabnya data sidik jari bisa sangat fatal jika jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Apalagi jika pemilik sidik jari itu memiliki kekuasaan yang cukup besar, bisa-bisa kewenangannya bisa dipakai untuk keuntungan sebuah golongan atau perorangan.


Artikel Terkait:

- 6 Fitur Unggulan iPhone 5S

- iPhone 5S vs Galaxy Note 3, Mana Lebih Baik?

- FotoINET: Warna-warni iPhone 5C dan 5S di September Ceria

(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!