Selain Foxconn, Samsung akan Bangun Pabrik di Indonesia

Jakarta - Produsen komponen elektronika asal Taiwan, Foxconn Technology Group berencana membangun pabrik telepon seluler (ponsel) di Indonesia. Menyusul Foxconn, produsen elektronika asal Korea Selatan (Korsel), Samsung juga berencana membangun pabrik sejenis.

"Ada penyampaian beberapa perusahaan yang ingin melakukan investasi di Indonesia di luar Foxconn, yaitu Samsung dan ada 1 atau 2 perusahaan lagi yang akan masuk juga," ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat ditemui di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).


Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk bisa memproduksi telepon seluler (ponsel) di dalam negeri. Menurut data Kementerian Perindustrian 2012 lalu, Samsung masih mengimpor produk ponsel dan tablet dari pabrik Samsung di Vietnam.


Nilai impor ponsel Indonesia mencapai US$ 4,5 miliar. Dari jumlah itu sebanyak US$ 1,2 miliar dikontribusikan oleh Samsung. Impor handphone Indonesia setiap tahun mencapai 50 juta unit.


"Kita punya kepentingan untuk memproduksi barang di dalam negeri. Ujungnya adalah bagaimana investasi untuk industrialisasi di sektor ini bisa berkembang dan barang beredar bisa berkurang dan tiga pendapatan negara bisa meningkat dan keempat masyarakat juga diuntungkan," imbuhnya.


Terkait upaya mendukung rencana investasi Samsung, sampai saat ini pemerintah masih bungkam terutama soal regulasi dan kemudahan investasi di dalam negero. "Ini tentu harus ada kerjasama antara Kemenkeu (kementerian keuangan), Kemenperin (kementerian perindustrian), Kemendag (Kementerian perdagangan) dan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)," katanya.


(dru/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!