Frekuensi Mana yang Cocok untuk LTE di Indonesia?

Nusa Dua, Bali - Kementerian Kominfo masih belum memutuskan frekuensi mana yang cocok untuk jaringan 4G LTE di Indonesia. Namun, Direktur Utama Telkomsel Alex J. Sinaga punya pendapatsendiri soal alokasi ini.

Seperti diketahui, LTE bisa ditempatkan di beberapa frekuensi, mulai dari 1.800 Mhz, 700 Mhz atau 2,3 GHz. Ketiganya bisa diadopsi di Indonesia, operator pun banyak yang mengaku sudah siap di semua frekuensi.


"Tapi kalau dilihat dari ekosistem LTE di seluruh dunia, dari 92 negara yang sudah mengkomersialkan LTE, sebagian besar mengalokasikan frekuensi di 1.800 Mhz. Apalagi handset juga kebanyakan di frekuensi tersebut," kata Alex, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (11/9/2013).


Alex menambahkan, bisa saja Indonesia mengadopsi dua pita frekuensi di 1.800 untuk kota besar dan 700 Mhz di bagian kota sub-urban. Walaupun sampai saat ini, di pita 1.800 Mhz masih digunakan untuk 2G SMS dan voice.


Ini artinya, Telkomsel akan menggunakan frekuensi daur ulang (refarming) di pita 1.800 MHz. Bagi Alex, hal itu bukan masalah karena penggunaan 2G akan mati dengan sendirinya.


"Di Telkomsel, 60% pelanggan masih menggunakan jaringan 2G. Tapi arah untuk beralih ke 3G masih ada, sehingga nanti frekuensi di pita seluler tersebut bisa benar-benar digunakan untuk LTE. Ini yang mungkin akan jadi pertimbangan Kominfo nantinya," tegasnya.


Di Bali sendiri, Telkomsel akan melakukan trial LTE untuk menyokong suksesnya KTT APEC pada 1-8 Oktober nanti. Kesuksesan uji coba ini mungkin bisa diharapkan menjadi pertimbangan bagi Kominfo untuk segera menggelar LTE di Tanah Air.


(rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!