Cegah Mata-mata, Xiaomi Pindahkan Data ke Luar China

Jakarta - Xiaomi memindahkan data konsumen dan platform internetnya ke server mereka yang berlokasi di luar China. Langkah ini dilakukan satu bulan setelah Xiaomi meminta maaf berkaitan dengan isu privasi.

"Sejak awal tahun ini, Xiaomi memindahkan data sebagai cara efisiensi yang memangkas dan mengurangi tingkat kegagalan layanan, untuk semua konsumen di seluruh dunia," kata Vice President Hugo Barra dalam postingan di blog resmi Xiaomi.


"Pada saat yang sama, ini juga akan lebih baik untuk melengkapi standar privasi kami dan berupaya memenuhi aturan perlindungan data lokal," lanjutnya.


Dikatakannya, hal semacam ini menjadi prioritas Xiaomi. Apalagi mengingat Xiaomi saat ini tengah gencar berekspansi ke banyak negara dalam beberapa tahun ke depan.


Seperti dilansir PC World, Kamis (23/10/2014), Xiaomi saat ini demikian agresif melebarkan sayapnya ke luar China. Namun dengan kehadirannya yang mulai merambah global, tentunya memunculkan tantangan baru bagi Xiaomi, termasuk salah satunya kebijakan privasi.


Agustus silam, media Taiwan dan ahli keamanan menemukan bahwa ponsel Xiaomi mengirim balik data ke server perusahaan tanpa izin pengguna. Xiaomi kemudian meminta maaf dan memperkenalkan update terbaru di softwarenya untuk menangkal masalah ini.


Soal data memang sangat sensitif. Mengingat Xiaomi berpusat di China, negara yang dikenal sangat ketat soal kebijakan sensornya. Pihak berwenang China kabarnya memonitor semua trafik data yang disimpan di negaranya.Next


(rns/ash)