Orang Terkaya Asia Siap Beli Operator Inggris USD 15,4 Miliar

Jakarta - Li Ka shing adalah orang terkaya Asia dengan total harta di kisaran USD 31,9 miliar menurut perhitungan majalah Forbes. Melebarkan sayap bisnisnya, perusahaan telekomunikasi milik Li yakni Hutchison Whampoa Ltd bersiap membeli operator yang beroperasi di Inggris, O2.

O2 adalah anak perusahaan operator yang berbasis di Spanyol, Telefonica. Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (24/1/2015), Hutchison telah sepakat membeli O2 seharga USD 15,4 miliar.


Di Inggris, Hutchison sudah beroperasi dengan bendera operator Three. O2 sendiri memiliki 22 juta pelanggan di Inggris sehingga jika akuisisi terhadap O2 terjadi, Hutchison akan menjadi pemain telekomunikasi terbesar di negeri kerajaan itu.


Kabar aksi akuisisi tersebut disambut baik dan harga saham Hutchison sempat naik 3% di bursa saham Hong Kong. Demikian juga harga saham Telefonica naik 2,8% di Madrid.


Namun proses akuisisi diprediksi tidak berjalan mulus. Regulator mungkin menganggap aksi akuisisi akan membuat Hutchison terlalu dominan dan juga tidak menguntungkan konsumen karena jumlah operator yang tadinya empat menjadi hanya tiga.


Mark Newman, Chief Research di perusahaan konsultasi telekomunikasi Ovum menyatakan mungkin saja berkurangnya jumlah operator membuat tarif meningkat. "Misalnya di pasar Austria yang dulu punya lima operator sekarang menjadi tiga. Sepertinya tarif di sana menjadi naik," kata dia.


Tapi pihak Hutchison dan O2 optimis merger mereka akan disetujui regulator dan menguntungkan konsumen. "Kami yakin bahwa kesepakatan ini akan menguntungkan konsumen dari kedua perusahaan," demikian pernyataan O2.


(fyk/fyk)