Vietnam, dari Flappy Bird ke Silicon Valley Asia

Hanoi - Booming game Flappy Bird tak hanya mengangkat nama Dong Ha Nguyen, namun juga kota asal pengembang tersebut, yakni Hanoi. Vietnam pun aji mumpung dengan menyiapkan sebuah ambisi baru di bidang teknologi.

Ya, negara itu baru-baru ini mengumumkan sebuah proyek ambisius bernama Sillicon Valley Project. Rencana pemerintah Hanoi yang komprehensif untuk mengubah negara itu menjadi produsen utama komponen elektronik.


Ambisi Negeri Paman Ho ini tak main-main, mereka mempunyai cetak biru untuk menjadi pemain utama komponen elektronik dan ekonomi digital global.


Proyek yang digagas oleh Departemen Ilmu dan Teknologi Vietnam ini juga bertujuan untuk mendorong kehadiran perusahaan teknologi lokal berbasis internasional dan akhirnya mengubah kota-kota seperti Hanoi, Ho Chi Min, dan Da Nang menjadi pusat teknologi.


"Tujuan besar kami adalah memiliki startup teknologi yang bisa IPO (go public) di Amerika Serikat. Mungkin itu akan terjadi tujuh atau delapan tahun lagi. Paling realistis," tutur Kordinator Proyek Silicon Valley Vietnam, Han Linh, seperti detikINET kutip The Atlantis, Rabu (12/2/2014).


Memang tak bisa dipungkiri, Nguyen telah menjadi salah satu developer yang menjadi inspirasi bagi pengembang lokal. Tak perlu sesuatu yang besar, asal ada ide yang brilian maka itu bisa jadi potensi bisnis.


"Ini mendorong pengembang Vietnam bahwa mereka dapat membuat produk yang baik bahkan dengan hanya satu orang dan desain yang sangat sederhana," kata Quan Dinh, pendiri Digi-GPS, yang menghasilkan produk seperti SmartBike, perangkat pencegahan pencurian untuk sepeda motor. Next


(tyo/rou)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!