Ketika BTS Menyamar Jadi Lampu Jalan yang Cantik

Barcelona - Ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona, Spanyol, menjadi ajang bagi Ericsson memamerkan berbagai teknologi dan produk terkini. Di antaranya base transceiver station (BTS) yang menyamar jadi lampu di jalan.

Ya, lihat saja bentuknya. Sekilas pasti tidak ada yang mengira kalau benda yang tampaknya hanya lampu ini ternyata dilengkapi dengan BTS di dalamnya.


Menurut Hardyana Syintawati, VP Marketing & Communications Ericsson Indonesia, BTS tersebut adalah hasil garapan Ericsson dengan Philips. "Sudah ada beberapa oeprator menggunakannya seperti di Belanda," tutur Hardyana.


Dinamakan sebagai Zero Site, desain BTS ini diharapkan menjadi solusi dua masalah utama perkotaan di seluruh dunia. Pertama adalah populasi kaum urban yang terus meningkat, di kisaran 7.500 orang per jam, menyebabkan kebutuhan mobile broadband dan layanan seluler meningkat.


Permasalahan kedua adalah bagaimana memperkuat jaringan telekomunikasi di area perkotaan yang terlanjur padat. Maka, perangkat BTS yang menyamar sebagai lampu jalan ini diharapkan jadi jawabannya.


Ya, perangkat tersebut tidak mengganggu pemandangan, malah menjadi penerang jalan. Tapi juga sekaligus mampu menyediakan coverage jaringan yang optimal di daerah perkotaan.


Kelebihan lainnya menurut Ericsson adalah mampu dioperasikan dengan cepat dalam hitungan jam. Kemudian ada piihan desain ketinggian dari 8 sampai 12 meter serta pilihan warna agar dapat menyatu dengan lingkungan sekitar.


Lampu jalanan berbasis LED buatan Philips yang disertakan, juga diklaim dapat menghasilkan penghematan energi sebesar 50% hingga 70%. Sehingga ramah lingkungan.


Di bagian atasnya, dibenamkan perangkat seperti mRRUs/RRUs atau antena. Perangkat lain seperti unit baseband, baterai, power dan sistem pendingin ditempatkan di bawah tanah.


(fyk/rns)