"Makanan biasa yang sehari-hari kita makan menjadi menarik ketika di-plating serius," ujar pria yang bersentuhan dengan dunia fotografi sejak lulus kuliah ini.
Memang benar, melalui karyanya, Dade memperlihatkan bahwa murah tak berarti sajian warteg tidak bisa tampil menarik. Dade pun menyulap makanan seperti tempe orek atau kikil menjadi tampil bak menu resto mahal. Istilah warteg pun menjadi terdengar lebih keren saat melihat tampilan foto-foto karya Dade.
Keisengan tersebut rupanya membuat ketagihan. Apalagi, sejak postingan pertama @warteggourmet pada Oktober 2014, follower terus bertambah dan selalu menantikan karya terbarunya.
Di sela kesibukannya sebagai Art Director salah satu Advertising Agency di Jakarta, Dade selalu meluangkan waktu untuk hobi uniknya ini, mengabadikan menu baru dengan lensa kameranya.
"Biarpun kita makan di tempat biasa, setidaknya tampilannya harus luar biasa. Biar orang tertarik dan bisa melihat kembali ke makanan lokal yang sederhana dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya berfilosofi.
Menariknya, semua foto dikerjakannya secara spontan di tempat ketika dia akan menyantap menu tersebut. Dade tak punya tips khusus bagi siapa saja yang ingin mencoba berkreasi dengan food photography seperti dirinya.Next
(rns/ash)
