Sengketa BMW.id, Ini Bukan Urusan Duit!

Jakarta - Sengketa nama domain internet BMW.id antara seorang warga Surabaya Benny Muliawan versus perusahaan otomotif asal Jerman Bayerische Motoren Werke AG (BMW), menuai pro kontra.

Ada yang pro terhadap Benny untuk mempertahankan nama domainnya. Namun tak sedikit yang bersuara nyinyir dan menganggap Benny cuma cari sensasi dan bakal menghargai tinggi domain BMW.id yang dimilikinya tersebut.


Namun sebelum isu miring itu terlampau melebar, Benny ingin menegaskan sikapnya. "Ini bukan soal uang atau cari sensasi, saya disebutkan bakal minta sekian puluh juta dan lainnya. Ini yang rancu," sebutnya saat berbicang dengan detikINET, Senin (12/1/2015).


"Kalau dari saya, jika (domain BMW.id) mau diambil ya ambil saja. Itu kewenangan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Kalau saya dianggap salah, ya saya kembalikan domain ini, saya ikhlas," lanjut Benny, arek Suroboyo yang seorang konsultan HaKI untuk kalangan UKM ini.


Domain BMW.id yang didapatkan Benny dengan mengajukan ke PANDI pada awal tahun 2014 tersebut kini digunakan sebatas domain email untuk urusan konsultasi dengan kliennya. Adapun situs internet BMW.id tak digunakannya.


BMW.id merupakan nama Domain Tingkat Tinggi (DTT) yang baru saja dikeluarkan PANDI pada tahun 2014. Pada awal kemunculannya, pendaftaran nama domain apapun.id ini memiliki tiga tahapan privilege sebelum dapat didaftarkan dengan cara biasa seperti domain-domain lainnya.


Tahapan pertama adalah periode Sunrise untuk pemegang merek yang dimulai pada 20 Januari 2014. Periode Sunrise akan berakhir pada 17 April 2014, disusul periode Grandfather bagi pemilik nama domain .id sebelumnya pada 20 April–13 Juni 2014.


Tahapan terakhir adalah periode Landrush pada 16 Juni – 15 Agustus 2014. Setelah itu, tepat pada 17 Agustus 2014, domain apapun.id dapat didaftarkan secara normal dengan prinsip pendaftar pertama atau first come first serve.


(ash/fyk)