Lamp Eyes: Berlari di Kegelapan Kreasi Anak SMA Bogor

Jakarta - Sejak booming Temple Run, game mobile yang mengusung konsep endless run terus diminati. Berbagai developer game pun berlomba-lomba menciptakan game model ini, tentunya dengan sedikit diferensiasi. Termasuk developer game lokal.

Menamakan dirinya Lamp Interactive, developer game indie asal Bogor ini merilis game pertama mereka, Lamp Eyes. Lamp Interactive merupakan developer game yang terdiri dari sekolompok pelajar SMA di Bogor. "Lamp Eyes adalah game smartphone pertama yang dibuat oleh siswa SMA dari Bogor, Indonesia," tulis developer dalam keterangannya kepada detikINET.


Penasaran, kami lantas mencari Lamp Eyes di Google Play Store untuk dijajal. Mengunduhnya tak butuh waktu lama, game gratisan ini hanya memiliki ukuran file 14 MB. Di data Google Play, game ini cukup populer dengan jumlah unduhan sudah menembus 1.000 kali.


Dari apa yang kami lihat, Lamp Interactive tampaknya menggarap game ini dengan menggunakan Unity Engine. Ya, hal itu dapat kami tebak dari logo Unity Engine yang muncul ketika pertama kali kami membuka Lamp Eyes.


Unity Engine sendiri merupakan engine andalan atau yang kerap digunakan oleh beberapa developer game di seluruh dunia dalam menciptakan game mobile.


Tak sedikit game-game ternama yang diciptakan menggunakan engine ini. Serial game Temple Run dan Dead Triger adalah dua di antara puluhan atau bahkan ratusan judul game mobile yang diciptakan menggunakan engine besutan developer Unity Technologies itu.


Tak banyak yang ditampilkan di menu utama dalam game Lamp Eyes. Hanya ada pilihan informasi, bermain, dan keluar. Cukup sederhana memang. Lalu bagaimana dengan gameplay-nya? Kami akui Lamp Eyes memang memberikan sebuah tantangan baru dalam konsep game endless run. Dengan mengusung genre 2D side-scrolling, gamer akan berlari tanpa henti secara menyamping.Next


(ash/ash)