Divisi Ponsel Dijual Memang Pilihan Tepat Nokia

Jakarta - Pilihan Nokia untuk menjual divisi mobile ke Microsoft sebesar USD 7,2 miliar memang pahit di awal, namun belakangan hal tersebut terbukti tepat. Buktinya, perusahaan asal Finlandia itu menangguk untung setelahnya.Dalam laporan keuangan terbaru di kuartal keempat tahun 2014, Nokia meraih revenue sekitar USD 4,2 miliar dengan keuntungan bersih sebanyak USD 500 juta. Padahal sebelumnya, Nokia selalu meraih rapor merah di laporan keuangannya.

Peningkatan yang cukup signifikan datang dari divisi networking, dimana segmen itu mampu mengalami kenaikan 10% di kuartal terakhir, penjualan terbesarnya sendiri datang dari kawasan Amerika Utara.


CEO Nokia Rajeev Suri tentu saja senang dengan hasil ini karena berhasil membawa jalan Nokia ke arah yang menguntungkan setelah melewati masa suram.


Kendati sudah memberikan dampak positif bagi keuangan, Nokia tak mau begitu berpangku tangan. Karena mengeluarkan uang untuk investasi adalah mutlak dilakukan.


"Kami tidak akan menghindar dari investasi di mana kita perlu berinvestasi," katanya, seperti dikutip detikINET dari Betanews, Jumat (30/1/2015).


"Tapi kami berencana untuk selalu menggabungkan dengan pengendalian biaya dan fokus pada memberikan produktivitas serta kualitas perbaikan yang sedang berlangsung di seluruh perusahaan," tambahnya.


Nokia HERE adalah pasar besar lain dari perusahaan asal Finlandia, karena secara aktif mengeksplorasi, setelah membuat kesepakatan dengan Baidu untuk menyediakan teknologi pemetaan kepada orang-orang China.


Dalam laporan kuartal, Nokia mengatakan mereka mengharapkan semua tiga sektor -- jaringan, pemetaan dan paten -- untuk melihat pertumbuhan penjualan tahunan di 2015.


(tyo/ash)