Polisi: Waze Mengancam Kami

Jakarta - Sejumlah polisi di California Selatan, Amerika Serikat mendesak Google untuk mematikan fitur pada aplikasi penunjuk arah, Waze dimana fitur tersebut dapat memperingatkan pengemudi bila ada polisi di dekatnya.

Keluhan mengenai fitur Waze tersebut dipicu oleh salah seorang polisi setempat bernama, Sergio Kopelev. Menurutnya, teknologi aplikasi peta digital terpopular itu disinyalir dapat membahayakan nyawa para petugasnya, mengingat para penjahat yang mengincar polisi bisa dengan mudah melacak keberadaan polisi tersebut.


Kopelev juga menambahkan, para penjahat tersebut bisa saja memberikan laporan palsu mengenai sebuah kejadian untuk menjebak polisi yang datang ke lokasi. Kopelev sendiri selama ini belum pernah mendengar apa itu Waze hingga sang istri menggunakannya sejak akhir tahun lalu.


Hal senada nyatanya juga dilontarkan oleh seorang polisi di Bedford County, Virginia, Amerika Serikat bernama Mike Brown. Menurut Mike, fitur police reporting yang mana ia sebut dengan police stalker dapat membahayakan nyawa para petugas tersebut.


Sebenarnya, dua pemikiran di atas merupakan buah dari kekhawatiran Kopelev dan Brow sendiri, dimana selama ini belum pernah terjadi kasus seperti di atas. Pengguna Waze memang bisa menandakan keberadaan polisi di peta, tapi hanya sebatas ikon. Para pengguna itu bahkan tidak mengetahui entah sedang apa polisi itu.


Sementara itu, juru bicara Waze, Julie Mossler menolak untuk berkomentar terkait hal itu. Namun ia hanya mengatakan jika perusahaan berpikir lebih dalam mengenai keselamatan dan keamaan. Ia mengatakan Waze bekerjasama dengan Kepolisian New York dan di seluruh dunia untuk saling berbagi informasi.


"Kerjasama ini menjaga agar penduduknya aman, mendorong respons darurat dengan cepat dan membantu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas," ujar Mossler seperti yang dikutip detikINET dari The Guardian, Kamis (29/1/2015).


Terlepas dari itu semua, baik Kopelev maupun Brown sebenarnya punya tujuan yang baik, yakni melindungi polisi. Kekhawatiran keduanya berkaca pada kasus penembakan dua orang polisi NYPD yang dilakukan oleh tertuduh Ismaaiyl Brinsley. Pelaku memposting tangkapan gambar Waze pada akun Instagram-nya yang berisi pesan ancaman kepada polisi.


Pun begitu, sejumlah penyidik meragukan jika Brinsley menggunakan Waze untuk menyergap dua petugas itu, melihat Brinsley melemparkan ponselnya lebih dari 3 km dari tempat dimana ia menembak petugas tersebut.


(ash/ash)