Survei: Twitter Lebih Penting daripada Sarapan Pagi

Jakarta - Sarapan bernutrisi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan tetap ideal. Sayangnya, banyak orang masih menempatkan makan pagi sebagai prioritas ke nomor sekian. Mereka lebih mementingkan membuka social media.

Berdasarkan penelitian terbaru yang melibatkan 2.000 responden menemukan, empat dari 10 orang selalu melewatkan sarapan pagi di rumah. Alasannya karena mereka terlalu asyik mengecek Facebook, Twitter dan email.


Penelitian yang diprakarsai brand biskuit Belvita Breakfast juga menemukan, satu dari tiga orang dewasa selalu memeriksa email di pagi hari. Sementara 25% dari responden lebih suka login ke Facebook dan Twitter untuk terhubung dengan teman-teman dan follower mereka. Aktivitas di dunia maya ini tentu saja menghabiskan waktu mereka sehingga tidak sempat sarapan.


Aktivitas lain yang membuat orang mengesampingkan pentingnya sarapan, adalah terlalu sibuk mengerjakan urusan rumah tangga. Mulai dari menyetrika pakaian, mencuci, menyiapkan bekal makan siang dan makan malam.


"Breakfast secara harfiah berarti 'breaking the fast' (membatalkan puasa). Setelah 10-12 jam tanpa makanan (dalam kondisi tidur), tubuh dan otak kita perlu bahan bakar. Itulah sebabnya kenapa sarapan menjadi jam makan yang paling penting dalam keseharian," ujar Nutritionist Fiona Hunter, seperti dikutip dari Female First.


Fiona menambahkan, sarapan bukan berarti Anda harus makan nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Juga bukan harus dikonsumsi langsung begitu Anda bangun. Jika Anda tidak punya waktu untuk makan sebelum meninggalkan rumah atau memang tidak bisa makan apapun ketika bagun pagi, sarapan tetap bisa dilakukan saat dalam perjalanan atau begitu sampai kantor.


Sedikitnya satu dari tujuh orang melewatkan sarapan lima hari dalam seminggu karena terlalu sibuk mengurusi masalah lain di rumah. Sementara itu 19% orang mengaku hanya punya waktu untuk minum teh atau kopi sebagai 'pengganti' sarapan. Padahal, para responden ini tahu betapa pentingnya dan akibatnya jika tidak sarapan.


Satu dari dua orang merasakan lemas karena absen sarapan. Dan 45% mengatakan kerja mereka jadi lebih produktif apabila menyempatkan makan sesuatu di pagi hari.


Agar tetap bisa sarapan saat terburu waktu, siapkanlah bahan makanan untuk sarapan di malam hari. Anda bisa menyiapkan makanan yang sederhana dan mudah diolah tapi tetap kaya gizi. Misalnya saja dengan merebus telur di malam hari, lalu simpan di kulkas. Saat pagi, Anda bisa membelahnya jadi potongan-potongan kecil, tambahkan minyak zaitun, merica, selada dan tomat, jadilah salad kaya serat dan protein.


Bisa juga dengan memasak omelette isi sayuran dan daging, atau roti gandum yang dioles selai kacang. Cara yang lebih praktis, blender buah dan sayuran yang dicampur yoghurt untuk menghasilkan smoothies sehat. Apabila benar-benar tidak ada waktu, siapkan stock energy bar dari gandum untuk dimakan di jalan.


(hst/rou)