Memotret dengan Hati ala Arianti

Jakarta - Memotret bisa dilakukan siapa saja, tinggal menekan tombol shutter dan pekerjaan pun selesai. Tetapi bagi fotografer Arianti Darmawan, tidak semudah itu. Fotografi melibatkan emosi, perasaan, dan hati untuk membuat karya foto menjadi berkarakter dan kuat.

Resep ampuh tersebut ia paparkan saat menggelar pameran foto karyanya 'Color Space'di Galeri Leica Store Jakarta.


"Fotografi adalah memotret bidang dua dimensi namun bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan tiga dimensi. Dimensi ke keempatnya adalah hati. Memotret pakai hati supaya yang menikmati juga mendapatlan feel yang dalam,” kata Arianti yang juga seorang pengusaha restoran ini.


Untuk mencapai level dimensi keempat itu, Arianti memberi resep jitu: tidak terburu-buru saat memotret. Dengan menikmati proses fotografi, foto yang dihasilkan mengutamakan art work bukan sekedar kuantitas frame yang banyak.


"Nikmati dulu suasananya. Nggak usah jeprat-jepret sekenanya tapi nggak ada passion. Kalau sudah dapat mood dan mendapatkan feel-nya, baru eksekusi. Tidak perlu banyak-banyak," ucap fotografer yang biasa menggunakan Leica M dan S series saat hunting street photography.


Setelah tahapan itu selesai, fotografer baru bisa bicara tools dan alat kamera yang sesuai dengan kebutuhan.


"Masing-masing lensa mempunyai karakternya sendiri. Ketika saya ke Rusia, saya menggunakan koleksi lensa lama untuk memunculkan mood retro dengan harapan apa adanya."


"Ketika ke New York saya menggunakan lensa yang relatif baru. Saya mencari ketajaman, vivid, dan modern art," tandas Arianti.


Selebihnya, kata dia, tinggal menambah wawasan fotografi dengan terus membaca literatur maupun berdiskusi untuk menambah kualitas foto. "Jangan pernah cepat puas dan terus belajar. Prosesnya seperti itu," tutup fotografer yang mempunyai dasar keilmuan di bidang arsitektur tersebut.


(Ari/rou)