Strategi Besar XL Pasca Ditinggal Hasnul Suhaimi

Jakarta - Operator seluler XL Axiata baru saja mengganti pucuk pimpinannya. Tantangan berat kini ada di pundak Dian Siswarini yang harus membuktikan diri sepeninggal Hasnul Suhaimi yang telah banyak menorehkan kisah sukses selama kepemimpinannya.

Tentu bukan perkara mudah bagi Dian untuk menjadi President Director & CEO XL Axiata yang baru. ‎Pasalnya, operator ini sudah terlalu identik dengan Hasnul. Ada stigma di pasar yang mengatakan, XL itu Hasnul, dan Hasnul itu XL.


‎Dian sendiri mengakui hal itu. Di bawah kepemimpinan Hasnul sejak 2006, XL menurutnya, sukses bertransformasi dari 'small number three becoming strong number two.'


Wanita yang meniti karir di XL selama lebih dari 19 tahun itu pun sadar bahwa sulit untuk menggeser Telkomsel dari posisi puncak dalam waktu dekat. Namun kesempatan akan selalu ada dan harus dimanfaatkan secara maksimal, apalagi memasuki era data digital.


‎Alhasil, sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan Dian untuk melanjutkan keberhasilan yang telah diraih XL selama ini. Strategi itu telah disiapkan sejak Dian masih dibimbing Hasnul dalam tiga tahun terakhir untuk menggeluti digital services.


Jika di masa awal kepemimpinan Hasnul XL menerapkan strategi akuisisi dengan mengedepankan tarif. Strategi ini berhasil membawa XL menaikkan jumlah pelanggannya hingga lima kali lipat dan EBITDA naik tiga kali lipat.


"Tahun 2007 marketshare XL hanya 11% saat itu, dengan memainkan low price high volume XL berhasil meningkatkan jumlah pelanggan lima kali lipat," jelas DianNext


(rou/rns)