Gagal Dijual, Bagaimana Nasib BlackBerry di Indonesia?

Jakarta - BlackBerry tengah dalam masa-masa sulit. Setelah rugi USD 1 miliar, ribuan karyawannya dipecat. Perusahaan mau dijual tapi batal. CEO pun diganti. Lantas bagaimana nasib BlackBerry di Indonesia, bakal ikut kena imbasnya?

Ketika hal ini ditanyakan kepada Maspiono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia, yang bersangkutan masih coba tersenyum dan menjelaskan. Ia menegaskan, bahwa apapun yang terjadi di pusat, mudah-mudahan tak berimbas negatif dengan pelayanan di Indonesia.


"Kami masih commit dan tetap nggak ke mana-mana. We stay here," ujarnya saat ditemui usai peluncuran BlackBerry Z30 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.


"Kita justru upgrade BlackBerry expert center, ada 36 lokasi yang bisa langsung service di tempat tanpa perlu ke tempat lain. Bisa menghemat turn around time. Lokasinya di tempat-tempat strategis. Tak hanya problem saja, tapi juga bisa tanya-tanya maupun upgrade software," kata Maspiono lebih lanjut.


Dijelaskan lebih jauh, BlackBerry akan tetap commit untuk mengeksekusi strategi yang telah dicanangkan jauh-jauh hari. Menurutnya, ada empat strategi yang disiapkan untuk Indonesia.


Pertama, BlackBerry masih ingin meningkatkan bisnis ponselnya, baik itu BlackBerry 10 maupun BlackBerry seri sebelumnya yang masih menggunakan OS versi 7.0. "Kedua, bersama partner operator seluler kami juga mendorong BlackBerry Enterprise Services 10. Kasus penyadapan? Ya, BES 10 solusinya," kata dia.


Ketiga, BlackBerry akan terus mengembangkan BBM lintas platform yang telah berjalan di iOS dan Android. "BBM kita dibuka open platform, very successful. Dan keempat, kami tetap akan bekerjasama dengan teman developer untuk kembangkan aplikasi lokal," jelasnya.Next


(rou/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!