Jengah Disadap NSA, Yahoo Siapkan Penangkal

Jakarta - Tudingan penyadapan yang dilakukan badan keamanan Amerika Serikat, NSA, ke sejumlah layanan internet membuat Yahoo jengah juga. CEO Yahoo Marissa Mayer memastikan perusahaannya menyiapkan penangkal.

"Kami telah bekerja sangat kerjas bertahun-tahun agar pengguna kami percaya dan kami berjuang keras untuk menjaga itu. Padahal seperti kita tahu, dalam enam bulan terakhir pemerintah AS mengakses data tanpa sepengetahuan, termasuk Yahoo," tulis Mayer di blognya.


"Saya ingin menegaskan kembali apa yang telah kami katakan di masa lalu: Yahoo tidak pernah memberikan akses ke pusat data kami kepada NSA atau instansi pemerintah lainnya. Tidak ada yang lebih penting bagi kita ketimbang melindungi privasi pengguna kami," katanya.


Salah satu bentuk nyata Yahoo untuk melindung penggunanya adalah perusahaan itu memperketat keamanan di sejumlah produknya. Demikian yang dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (20/11/2013).


Misalnya upgrade keamanan untuk Yahoo Mail yang akan diumumkan untuk Januari 2014, ketika perusahaan akan memperkenalkan enkripsi https dengan kunci 2048-bit di seluruh jaringan.


Sebelumnya juga, Yahoo juga merilis laporan transparan serupa yang isinya juga mengungkap permintaan data pengguna oleh pemerintah AS selama enam bulan terakhir.


Nah, sikap transparansi inilah yang disebut coba dilakukan Google dan Yahoo untuk melakukan 'serangan balik' kepada NSA. Mereka tak mau membalasnya dengan aksi represif, melainkan dengan sikap buka-bukaan yang justru akan membuat publik ikut jadi pemantau.


(tyo/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!