Beberapa Kelemahan Google Glass Terungkap

Jakarta - Kacamata pintar Google Glass secara resmi telah dijual di kalangan tertentu, khususnya developer. Namun sebelum kacamata pintar ini benar-benar berada di rak toko, tampaknya Google harus melakukan sejumlah penyempurnaan.

Karena pada kenyataannya, beberapa orang yang menerima kacamata pintar Google ini memberikan sejumlah catatan terkait kekurangan yang terdapat di perangkatnya.


Apalagi dengan membayar USD 1.500 atau hampir Rp 14 juta, tentu saja orang menginginkan kesempurnaan bagi barangnya tersebut. Recananya produk ini dijual massal mulai tahun depan.


Dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (6/5/2013), catatan pertama yang harus diperhatikan oleh pengembang Google Glass adalah masa daya tahan baterai kacamata ini.


Memang Google memberikan catatan, bahwa Google Glass akan memakan baterai yang cukup banyak saat dipakai untuk merekam video dan gambar. Tapi hanya bertahan 4 jam dinilai terlalu cepat juga.


Masalah lain adalah, beberapa waktu lalu seseorang mengklaim telah berhasil men-jailbreak Google Glass dengan sangat mudah. Ia dapat mengontrol perangkat dan data di dalamnya.


Sebelum dilempar secara komersial, tentu saja orang tidak akan membeli barang seharga Rp14 jutaan tapi data yang ada di dalamnya mudah dijebol.


Yang terakhir dan paling penting kebutuhan Google Glass adalah keberadaan aplikasi. Pengguna dinilai tidak bisa berbuat banyak tanpa aplikasi yang tepat.


Jika pengembang tidak datang dengan aplikasi yang dibuatnya, maka bukan tidak mungkin orang akan kehilangan minat dalam menggunakan Google Glass.


(tyo/fyk)