Catatan Alan Turing 'The Imitation Game' Laku Rp 13 Miliar

Jakarta - Penikmat film pasti kenal dengan karakter Alan Turing di film 'The Imitation Game'. Pria Inggris ini merupakan ilmuwan jenius yang sukses memecahkan Enigma, mesin sandi milik Jerman yang sangat canggih pada zamannya.

Sepanjang hidupnya, Turing diketahui tidak banyak menulis, baik itu dalam bentuk naskah ataupun diari. Karenanya saat buku catatannya dijual oleh rumah akusisi Bonhams di New York, AS, mampu menembus angka Rp 13 miliar lebih.


Buku catatan tersebut berisikan 56 halaman notasi matematika yang ditulis tangan oleh Turing. Salah satu yang ia tulis "Notasi Leibniz yang saya temukan sangat sulit untuk dipahami meskipun saya telah berupaya memahaminya. Hal ini tentu menyiratkan bahwa beberapa hubungan antara x dan y telah ditetapkan misalnya, y = x2 + 3x ..."



Cassandra Hatton, Senior Spesialis Pencari Buku dan Manuskrip dari Bonhams memperkirakan buku tersebut dibeli Turing di sebuah toko alat tulis di Cambridge.


Setelah kematiannnya, banyak buku Turing berpindah tangan ke temannya, Robin Oliver Gandy, salah satunya buku catatan ini. Gandy sendiri sempat mencatat jurnal mimpi di bagian halaman kosong buku ini.


Di tahun 1977, Gandy lantas mendonasikan semua buku milik Turing ke King's College. Cambridge, terkecuali buku catatan ini. Karena itu buku catatan ini tidak masuk dalam arsip Turing dan baru terdengar keberadaannya saat dilakukan akusisi.


Tingginya nilai akusisi ini menurut sejumlah pihak tidak terlepas atas kesuksesan film 'The Imitation Game' yang dibintangi Benedict Cumberbatch. Meski demikian, penjual tersebut setidaknya mencerminkan penghargaan yang tinggi terhadap sosok pionir dalam ilmu komputer yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri tersebut.


(ash/ash)