'Jangankan Koruptor, SMS Presiden Juga Disadap'

Jakarta - ICK Company, perusahaan pengembang aplikasi SMS anti sadap ini, menceritakan ide awal saat memulai bisnisnya menghadirkan SMS Guard yang cukup kontroversial ini. Bagaimana awal ceritanya?

Dikisahkan oleh Chief Commercial Officer ICK Company, Arya Mandala Putra, ide awal menghadirkan aplikasi yang diklaim anti sadap, anti audit, dan anti forensik ini karena ada celah bisnis dalam urusan keamanan dan privasi pengguna.


"Pengguna SMS di Indonesia masih banyak, bahkan presiden kita pun masih suka mengirimkan pesan lewat SMS, panjang-panjang pula SMS-nya. Siapa yang tahu kalau SMS itu tidak disadap?" terangnya saat ditemui detikINET di sela pameran Indocomtech 2013, di Jakarta Convention Center.


"Presiden pernah disadap, pengusaha pernah disadap, kita juga mungkin pernah disadap, tidak ada yang tahu. Nah, dari situlah kami punya ide untuk bikin SMS Guard, aplikasi ini baru kami luncurkan sebulan, 27 September yang lalu," urainya lebih lanjut.


Meski aplikasi ini berisiko digunakan oleh orang yang salah, seperti koruptor misalnya, namun ICK tetap maju terus karena merasa yakin apa yang dilakukan perusahaannya tidak melanggar hukum. Terlebih, upaya ICK menghadirkan aplikasi anti sadap ini dinilai Arya lebih untuk melindungi privasi pengguna.


"Ada dasar hukumnya, kok. Dasar hukumnya ada banyak. Ada di UUD 1945. Misalnya di pasal 28F UUD '45, pasal 28G ayat 1 tentang perlindungan data privasi, di UU telekomunikasi No. 39/1999, di UU ITE No. 11/2008 pasal 1 ayat 1. Coba lihat sendiri saja, ada banyak dasar hukumnya," terang Arya.


Berangkat dari sini, ICK pun melihat peluang bisnis terbuka lebar. Dari 240 juta pengguna ponsel di Indonesia, trafik SMS—meski sudah sedikit melambat pertumbuhannya, namun SMS dinilai masih cukup banyak penggunanya.


Itu sebabnya, ICK pun berani memasang tarif tinggi untuk paket berlangganan. Untuk paket Silver, dipatok Rp 130 ribu per bulan untuk 100 SMS dengan tingkat keamanan standar, Gold Rp 650 ribu per bulan untuk 500 SMS dengan tingkat keamanan tinggi, dan Platinum Rp 1,3 juta per bulan dengan tingkat keamanan sangat tinggi.


"Layanan semacam ini cocok bagi para pebisnis, profesional, politisi, selebriti, atau pihak-pihak yang membutuhkan privasi dalam berkomunikasi, khususnya via SMS. Ke depannya, kami juga tengah menyiapkan enkripsi untuk voice call, instant messaging, email, semuanya lintas platform," pungkas Arya.


(rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!